Navaswara.com – Pertandingan di Emirates Stadium saat Arsenal menjamu Bayer Leverkusen bukan sekadar laga memperebutkan tiket perempat final, tapi juga menunjukkan kematangan taktik Mikel Arteta dalam menghadapi skema penguasaan bola dari klub Xabi Alonso. Meskipun Bayer Leverkusen mendominasi aliran bola dengan persentase mencapai 58 persen, Arsenal justru tampil jauh lebih efektif dan mengancam lawannya dengan mencatatkan dua belas tembakan.
Ketimpangan efisiensi ini terlihat jelas ketika lini serang Leverkusen kesulitan menembus tembok kokoh yang dijaga William Saliba dan Gabriel Magalhães. Hal ini memaksa tim tamu hanya mampu melepaskan dua tembakan akurat sepanjang laga tanpa melahirkan gol.
Momen krusial terjadi pada menit ke-36, saat Eberechi Eze memecah kebuntuan melalui aksi individu yang brilian. Gelandang serang tersebut mencetak gol spektakuler yang membawa Arsenal unggul 1-0. Gol ini menjadi momentum penting yang meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah sekaligus menekan mental para pemain Leverkusen. Hingga turun minum, skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan Arsenal.
Perlawanan Leverkusen sebenarnya bisa berakhir lebih cepat jika bukan karena penampilan heroik kiper Janis Blaswich di bawah mistar gawang. Blaswich melakukan sedikitnya sepuluh penyelamatan gemilang, termasuk menggagalkan peluang emas dari Leandro Trossard dan Ben White.
Dominasi lini tengah Arsenal semakin terasa berkat performa luar biasa Declan Rice yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan ini. Dengan akurasi umpan mencapai 92 persen, Rice menjadi motor serangan sekaligus pemutus arus serangan balik Leverkusen.
Kemenangan telak untuk Arsenal akhirnya terkunci pada menit ke-86 melalui sontekan Rice yang memastikan skor menjadi 2-0. Gol ini tercipta setelah ia memanfaatkan celah di lini pertahanan Leverkusen, sekaligus mengunci keunggulan menjadi 2-0.
Di sisa waktu pertandingan, Leverkusen mencoba bangkit dan mencari gol balasan, namun upaya mereka tidak membuahkan hasil. Arsenal tampil solid dalam bertahan maupun menyerang, sehingga mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan. Kemenangan 2-0 ini memastikan Arsenal unggul agregat 3-1 setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di leg pertama.
Hasil ini mempertegas status Arsenal sebagai klub yang sulit ditembus musim ini, sekaligus mencatatkan clean sheet ke-25 mereka di semua kompetisi. Keberhasilan melaju ke babak delapan besar Liga Champions untuk ketiga kalinya secara beruntun memberikan suntikan moral yang besar bagi skuad The Gunners. Kini, fokus Arsenal terbagi antara persiapan menghadapi Sporting CP di babak perempat final dan ambisi mengamankan trofi domestik dalam laga final Carabao Cup melawan Manchester City yang sudah di depan mata.
