Navaswara.com – Air memiliki peran penting dalam industri kecantikan, mulai dari proses produksi hingga penggunaan produk sehari-hari. Ketersediaannya juga berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan kesehatan ekosistem yang menopang kebutuhan manusia.
Isu tersebut dibahas dr. Sari Chairunnisa, Sp.DV, FINSDV, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dalam diskusi Water Security as a Foundation for Growth di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026, Jakarta, Rabu (7/10).
“Bagi kami, ketahanan air dimulai dari dalam bisnis, tetapi tidak bisa berhenti di sana. Ini tentang bagaimana kita beroperasi, berinovasi, dan bekerja bersama untuk menjawab tantangan yang lebih besar,” ujar dr. Sari.
Mengukur Penggunaan Air
ParagonCorp memulai langkahnya dengan memantau penggunaan air di sepanjang rantai nilai. Sejumlah fasilitas manufakturnya telah memiliki sistem daur ulang air berkapasitas sekitar 11.500 meter kubik per tahun serta memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan operasional.
Perusahaan juga bekerja sama dengan pemerintah daerah membersihkan aliran sungai di sekitar area produksi. Evaluasi penggunaan air membuka peluang pengembangan teknologi closed-loop, yang memungkinkan air diolah dan digunakan kembali secara berulang.
Perhatian terhadap air turut memengaruhi pengembangan produk kecantikan. ParagonCorp menerapkan pendekatan tersebut melalui Earth Love Life Body Wash dengan teknologi quick-rinse dan formulasi biodegradable.
Sementara itu, Tavi Cica Res-Q10 Water Break & Adaptint SPF 50 dikembangkan dengan perhatian terhadap ekosistem laut melalui formulasi yang disebut reef-safe.
Akses Air bagi Masyarakat
Ketahanan air juga berkaitan dengan kemudahan masyarakat memperoleh air bersih. Bersama Komodo Water dan pemangku kepentingan lokal, ParagonCorp mendukung proyek penyediaan air di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Sebelumnya, warga Lempe dan Wae Tulu harus menempuh perjalanan sekitar empat hingga enam jam sehari untuk mendapatkan air bersih. Pada 2025, program akses air bersih ParagonCorp di Nusa Tenggara Timur menjangkau 1.256 orang.
“Ketika akses terhadap air menjadi lebih dekat, yang berubah bukan hanya soal jarak. Ada waktu yang bisa kembali digunakan masyarakat untuk belajar, bekerja, dan menjalankan aktivitas lainnya,” ujar dr. Sari.
Upaya menjaga sumber air juga mencakup perlindungan lingkungan. Pada 2025, ParagonCorp bersama mitra mendukung penanaman 36.703 pohon dan memperkuat konservasi di sekitar 5.000 hektare kawasan di Kalimantan dan Sumatra.
Menurut dr. Sari, kesehatan ekosistem berhubungan erat dengan ketersediaan air dalam jangka panjang. “Menjaga ekosistem juga berarti menjaga sistem yang membantu menyediakan air bagi kehidupan hari ini dan masa depan,” katanya.
Pertumbuhan yang Lebih Tangguh
Pembahasan ketahanan air menjadi bagian dari rangkaian ISF 2026 yang diikuti ParagonCorp, termasuk melalui forum Beauty in Sustainability: The Beauty of Reimagining Growth by ParagonCorp. Forum tersebut mempertemukan pelaku industri dan mitra ekosistem untuk membahas pendekatan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Bagi ParagonCorp, ketahanan air perlu menjadi bagian dari keputusan bisnis sehari-hari. Pengelolaan operasional, inovasi produk, akses masyarakat, dan perlindungan ekosistem menjadi sejumlah langkah yang dapat dikembangkan untuk mendukung ketersediaan air bagi generasi mendatang.

