Konser Amal Nada Kasih Himpun Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Butuh Perawatan

Navaswara.com –  Musik dapat membuka ruang bagi kepedulian untuk tumbuh dan menjangkau lebih banyak orang. Semangat tersebut hadir melalui konser amal Harapan dalam Harmoni yang digelar Nada Kasih di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (11/10/2026), dengan donasi terkumpul sebesar Rp414.618.000.

Dana tersebut ditujukan untuk mendukung anak-anak yang membutuhkan layanan kesehatan melalui Let’s Share Health Care. Konser di Jalan Gedung Kesenian Nomor 1, Pasar Baru, Jakarta Pusat, ini dihadiri 416 orang, terdiri atas 195 pemegang tiket dan 221 tamu undangan.

Acara yang didukung PT Bina Musik Jakarta ini menghadirkan Ohana Orchestra dari Sekolah Santa Ursula, sebuah band dari British School Jakarta, serta siswa Bina Musik Jakarta. Penampilan mereka menghubungkan kecintaan terhadap musik dengan upaya membantu anak-anak yang membutuhkan dukungan kesehatan.

Donasi Melampaui Target Awal

Founder sekaligus Chair Nada Kasih, Kinsella Chelsy Wong, mengaku bersyukur atas jumlah donasi yang terkumpul. Sebelum konser berlangsung, ia memperkirakan penggalangan dana akan mencapai Rp100 juta hingga Rp200 juta.

Dukungan sponsor dan penjualan tiket turut mendorong pencapaian tersebut hingga melampaui perkiraan awal. Bagi Kinsella, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui kerja bersama.

“Melihat begitu banyak orang bersedia ikut ambil bagian membuat kami semakin percaya bahwa langkah kecil bisa membawa manfaat ketika dilakukan bersama. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung perjalanan ini. Semoga kepedulian yang tumbuh melalui konser ini terus berlanjut,” ujar Kinsella.

Persiapan konser melibatkan pencarian sponsor, komunikasi dengan berbagai pihak, penyewaan tempat, hingga pengaturan logistik. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya tim Nada Kasih untuk menghadirkan pertunjukan musik sekaligus menggalang dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan layanan kesehatan.

Salah satu momen yang berkesan bagi Kinsella adalah pertemuannya dengan Kanza, anak yang mendapat dukungan dari Let’s Share Health Care. Keduanya sempat bernyanyi bersama membawakan lagu “Laskar Pelangi” di belakang panggung.

Dukungan Selama Pemulihan

Pentingnya bantuan kesehatan bagi anak tercermin dalam pengalaman Velia. Ibunya, Imun, menceritakan bahwa Velia mengalami luka bakar ketika berusia dua tahun dan dirujuk dari rumah sakit daerah ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Keluarga Velia kemudian bertemu dengan Let’s Share Health Care dan menerima bantuan selama satu tahun. Kini, Velia sudah bersekolah dan menjalani aktivitas seperti anak-anak seusianya, meski masih membutuhkan operasi lanjutan.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan pemulihan anak dapat membutuhkan dukungan dalam jangka waktu panjang. Bantuan yang tepat turut memberi kesempatan bagi anak untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari sambil menjalani perawatan yang diperlukan.

Pembina Let’s Share Health Care, Hayono Isman, turut mengapresiasi penyelenggaraan konser amal tersebut. Ia mengingatkan pentingnya mempertahankan kepedulian sosial, termasuk ketika kondisi ekonomi menghadirkan berbagai tantangan.

“Keadaan memang sedang tidak baik-baik saja, ekonomi dunia sedang bergoncang. Tetapi semangat untuk membantu tetap menyala di hati kita semua dalam keadaan yang bagaimanapun juga,” ujar Hayono.

Seluruh Donasi Disalurkan

Nada Kasih menyatakan bahwa 100 persen hasil penjualan tiket dan donasi akan disalurkan kepada Let’s Share Health Care. Seluruh biaya operasional konser ditanggung oleh Nada Kasih sehingga tidak mengurangi dana yang telah dihimpun.

Penyerahan dana akan dilakukan pada waktu berikutnya, meski jadwal resminya belum diumumkan.

Nada Kasih merupakan inisiatif sosial yang didirikan oleh Kinsella Chelsy Wong sebagai Founder dan Felicia A. Siamir sebagai Co-Founder. Inisiatif yang digerakkan anak muda ini menggunakan musik dan kegiatan sosial untuk mendukung anak-anak serta komunitas yang membutuhkan.

Timnya terdiri atas Amanda Haryono sebagai Operations Coordinator, Petra Sosrosaputro sebagai PR & Marketing Coordinator, serta Candice Alyson Fendrawan sebagai Creative Coordinator. Untuk konser Harapan dalam Harmoni, tim produksi melibatkan Julius Firdaus sebagai Artistic Director, Clarentia Prameta sebagai Show Director, Prassetya Alliyus sebagai Visual Director, dan Ary Kirana sebagai pembawa acara.

Melalui konser Harapan dalam Harmoni, Nada Kasih membawa musik ke ruang yang lebih luas sebagai sarana menghubungkan masyarakat dengan kebutuhan anak-anak yang memerlukan perawatan kesehatan.