BRIN dan BULOG Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Perpanjang Umur Simpan Beras

Navaswara.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Perum BULOG mengembangkan teknologi nuklir untuk membantu memperpanjang umur simpan beras sekaligus menjaga kualitas cadangan pangan nasional.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama penggunaan fasilitas akselerator elektron energi tinggi antara Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN dan Perum BULOG di Gedung B.J. Habibie, Jakarta (31/8).

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Proses Radiasi BRIN, Irawan Sugoro, mengatakan riset ini berangkat dari persoalan yang dihadapi BULOG dalam menyimpan beras dalam jumlah besar dan jangka waktu panjang.

Selama masa penyimpanan, beras berpotensi mengalami penurunan kualitas dan kuantitas akibat perubahan fisik, kimia, maupun biologi. Keberadaan hama gudang juga menjadi salah satu tantangan dalam menjaga mutu beras.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BRIN menyiapkan dua fokus riset. Pertama, pengendalian hama gudang. Kedua, pemeliharaan sekaligus perpanjangan umur simpan beras BULOG dengan memanfaatkan teknologi iradiasi berbasis elektron.

“Teknologi ini memanfaatkan radiasi dan jenis elektron yang diharapkan mampu memperpanjang masa simpan beras tanpa mengurangi kualitas atau mutunya,” kata Irawan.

Teknologi Nuklir untuk Cadangan Pangan

Kepala ORTN BRIN, Syaiful Bakhri, mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara BRIN dan Perum BULOG yang telah dilakukan sebelumnya.

Melalui kerja sama ini, BRIN akan mengimplementasikan teknologi nuklir untuk memperpanjang umur simpan pangan, khususnya beras yang menjadi bagian dari cadangan pangan nasional.

“Dan kami dari ORTN mengimplementasikan MoU tersebut dengan mengaplikasikan teknologi nuklir untuk memperpanjang umur simpan. Salah satunya kami harap teknologi radiasi nanti bisa lebih punya manfaat,” ujar Syaiful.

Riset akan berlangsung selama 12 bulan. Tahapannya dimulai dari kajian literatur dan regulasi, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian penelitian hingga diseminasi hasil riset.

Selama penelitian berlangsung, BRIN juga akan menyampaikan laporan kepada BULOG secara berkala. Laporan tersebut meliputi laporan pendahuluan, laporan bulanan, laporan akhir, hingga laporan ringkasan secara eksklusif.

Sejumlah hasil ditargetkan dari penelitian ini. Di antaranya data dan standar operasional prosedur (SOP) iradiasi hama gudang, metode dosimetri iradiasi beras, serta data kajian ekonomi mengenai penerapan teknologi iradiasi.

Penelitian tersebut juga berpotensi menghasilkan publikasi internasional dan kekayaan intelektual yang pembahasannya akan dilakukan lebih lanjut selama riset berlangsung.

Syaiful berharap penelitian ini dapat dikembangkan hingga tahap pilot apabila teknologi yang diuji telah terbukti secara ilmiah. Dengan begitu, teknologi yang dikembangkan BRIN dapat dimanfaatkan secara langsung oleh BULOG untuk membantu menjaga stok beras nasional.

“Harapan kami ini benar-benar bisa kita buktikan, kemudian bisa kita lihat hasilnya sesuai dengan scientific reason atau sesuatu yang sudah kita buat, dan selanjutnya kita buat pilot-nya yang kira-kira harapannya nanti bisa dimanfaatkan langsung oleh BULOG,” tutur Syaiful.

BULOG Dorong Pemanfaatan Teknologi Dalam Negeri

Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Ade Prasetya Nurdin, mengungkapkan kerja sama dengan BRIN menjadi penting seiring meningkatnya tanggung jawab BULOG dalam menjaga cadangan stok pangan nasional.

Menurutnya, besarnya stok pangan yang harus dikelola perlu diimbangi dengan kemampuan menjaga mutu dan kualitas beras selama masa penyimpanan.

Karena itu, BULOG mendorong pemanfaatan teknologi dalam negeri yang dikembangkan BRIN untuk mendukung pengelolaan cadangan pangan sekaligus memperkuat kemandirian teknologi nasional.

“Perintahnya kita itu tidak menggunakan teknologi luar, ya, harus dengan teman-teman BRIN. Ini, kan, sumber daya yang memang harus dimanfaatkan,” pungkas Ade.