ANTAM Hadirkan Emas Kemerdekaan Pertama di Indonesia dengan Relief Tiga Dimensi, Padukan Investasi dan Kebanggaan Budaya Nusantara

Navaswara.com — Semangat kemerdekaan Indonesia ke-81 hadir dalam karya bernilai tinggi melalui inovasi terbaru PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTAM). Untuk pertama kalinya di Indonesia, ANTAM menghadirkan Produk Tematik Edisi Kemerdekaan 2026 dengan teknologi relief tiga dimensi yang memadukan nilai investasi, seni, serta kekayaan budaya dan alam Nusantara.

Produk edisi terbatas tersebut terdiri atas Emas Batangan Karapan Sapi 17 gram dan Koin Perak Gunung Bromo 1 Troy Ounce (31,103 gram). Keduanya menghadirkan desain relief tiga dimensi yang menggambarkan simbol perjuangan, persatuan, ketangguhan, serta kebanggaan terhadap identitas Indonesia.

Melalui inovasi ini, ANTAM tidak hanya menghadirkan logam mulia sebagai instrumen investasi, tetapi juga menjadikannya sebagai karya yang menyimpan cerita tentang budaya dan kekayaan alam Indonesia.

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial ANTAM, Handi Sutanto, mengatakan Produk Tematik Edisi Kemerdekaan 2026 menjadi bagian dari komitmen ANTAM dalam menghadirkan produk logam mulia dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

“Melalui Produk Tematik Edisi Kemerdekaan 2026, ANTAM untuk pertama kalinya di Indonesia menghadirkan Emas Batangan dan Koin Perak dengan relief tiga dimensi bertema Kemerdekaan sebagai wujud penghormatan terhadap semangat perjuangan bangsa. Produk ini mengedepankan kualitas desain yang tinggi dengan memadukan nilai estetika, inspirasi warisan budaya dan kekayaan alam Nusantara,” ujar Handi.

Kehadiran dua desain utama dalam produk edisi kemerdekaan ini membawa pesan filosofis yang kuat.

Emas Batangan Karapan Sapi mengangkat budaya khas Madura yang merepresentasikan keberanian, ketangkasan, disiplin, serta semangat pantang menyerah untuk terus melangkah maju. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan karakter perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun masa depan.

Sementara itu, Koin Perak Gunung Bromo menghadirkan ikon alam Indonesia yang melambangkan ketangguhan, keharmonisan, dan keberagaman. Gunung Bromo menjadi representasi bahwa kekuatan Indonesia tumbuh dari berbagai latar budaya yang berpadu dalam satu kesatuan.

Kedua desain tersebut menjadi bentuk penghargaan ANTAM terhadap warisan budaya dan kekayaan alam Indonesia, sekaligus memperkuat identitas Emas Kebanggaan Indonesia.

Produk Tematik Edisi Kemerdekaan 2026 dibuat dengan teknologi manufaktur berstandar tinggi. Emas Batangan Karapan Sapi menggunakan Fine Gold 999.9 dengan fitur keamanan berupa relief tiga dimensi hingga detail micro text “ANTAM”.

Sementara itu, Koin Perak Gunung Bromo menggunakan Fine Silver 999.5 yang dilengkapi berbagai fitur keamanan, seperti rainbow effect, micro graphic, micro text “ANTAM”, relief tiga dimensi, serta QR Code yang terhubung langsung dengan layanan resmi ANTAM.

Kedua produk juga dilengkapi nomor seri sebagai identitas keaslian, kemasan tersegel (shrink), sertifikat keaslian, pouch eksklusif, serta booklet yang menjelaskan filosofi di balik desain produk.

Pemilihan gramasi 17 gram pada Emas Batangan Karapan Sapi juga memiliki makna khusus, yakni merepresentasikan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus.

Selain menghadirkan inovasi desain, produk ini juga mencerminkan komitmen ANTAM dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

ANTAM memastikan produk logam mulia yang dihasilkan berasal dari rantai pasok yang sesuai dengan standar internasional, termasuk standar London Bullion Market Association (LBMA). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keberlanjutan sekaligus memberikan kepercayaan bagi masyarakat terhadap produk logam mulia Indonesia.

Produk Tematik Edisi Kemerdekaan 2026 mulai tersedia sejak 7 Agustus 2026 melalui berbagai kanal penjualan resmi ANTAM.

Melalui karya ini, ANTAM menghadirkan lebih dari sekadar logam mulia. Emas dan perak edisi kemerdekaan tersebut menjadi pengingat bahwa kekayaan Indonesia tidak hanya tersimpan dalam sumber daya alam, tetapi juga dalam cerita, budaya, dan nilai perjuangan yang diwariskan dari generasi ke generasi.