Navaswara.com — Melihat satwa liar dari balik lensa kamera ternyata dapat menghadirkan pengalaman yang berbeda. Setiap foto tidak hanya merekam keindahan alam, tetapi juga menyimpan cerita tentang perilaku satwa, habitat yang perlu dijaga, serta pentingnya keterlibatan manusia dalam upaya konservasi.
Gagasan tersebut kembali diusung International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 yang mengangkat tema “From Lens to Legacy”. Memasuki penyelenggaraan ke-35, ajang yang digagas Taman Safari Indonesia ini mengajak masyarakat menjadikan fotografi dan videografi sebagai cara mengenal satwa lebih dekat sekaligus membangun kepedulian terhadap kelestarian alam.
Kompetisi yang dimulai pada 1990 itu telah berkembang menjadi ruang bagi fotografer, videografer, komunitas, pecinta alam, hingga masyarakat umum untuk berbagi cerita tentang kehidupan satwa. Ribuan karya lahir dari berbagai penjuru dunia, memperlihatkan beragam perilaku satwa yang sering luput dari perhatian, sekaligus mengingatkan bahwa setiap spesies memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Taman Safari Indonesia sebagai penyelenggara mengelola enam taman rekreasi bertema dan empat resort di berbagai daerah di Indonesia. Lembaga konservasi ini menjadi rumah bagi lebih dari 9.325 satwa dari 409 spesies dan menerima lebih dari enam juta kunjungan setiap tahun. Berbagai program edukasi dan konservasi yang dijalankan juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan pentingnya pelestarian satwa kepada masyarakat.
Antusiasme terhadap IAPVC terus bertambah dari tahun ke tahun. Jumlah peserta meningkat dari 2.998 orang pada 2022 menjadi 9.115 orang pada 2025. Dalam periode yang sama, karya yang dikirimkan naik dari 8.789 menjadi 26.291 foto dan video. Angka tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan karya visual untuk mengangkat kisah satwa dan lingkungan.
Chief Marketing Officer Taman Safari Indonesia, Alexander Zulkarnain, mengatakan foto dan video memiliki kekuatan untuk menghadirkan cerita yang mudah dipahami berbagai kalangan.
“Melalui karya visual, kami berharap semakin banyak masyarakat mengenal satwa, memahami pentingnya menjaga habitatnya, dan ikut mendukung upaya konservasi,” kata Alexander.
Pesan tersebut tercermin dalam karya para pemenang IAPVC beberapa tahun terakhir. Pada 2023, Gerdie Hutomo Nurhadi meraih penghargaan utama melalui foto orangutan yang menggunakan daun kering untuk menyendok air. Sementara itu, Grand Prize IAPVC 2025 diraih Adhitiya Wibhawa lewat potret Elang Jawa yang memperlihatkan pesona salah satu satwa endemik Indonesia.
Pada 2026, IAPVC kembali menghadirkan roadshow di Taman Safari Bogor, Solo Safari, dan Taman Safari Prigen. Kompetisi ini menghadirkan kategori Wildlife Photo Story, Wildlife Young Creator, Wildlife Short Video Story, Wildlife Roadshow Story Challenge, Wildlife Journalist Story, serta People’s Choice Awards. Pendaftaran dibuka hingga 30 September 2026.

