Navaswara.com – Persebaya Surabaya mengangkat trofi Piala Presiden 2026 setelah drama adu penalti di final. Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026) malam WIB, Persebaya menahan imbang Persib Bandung 1-1 di waktu normal lalu menang 6-5 lewat adu penalti.
Kemenangan ini sekaligus mengembalikan marwah sepak bola Indonesia. Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya memang menantang klub-klub Tanah Air merebut trofi dari Port FC Thailand yang berstatus juara bertahan.
Perjalanan Bajul Ijo menuju juara dilalui dengan sempurna di fase Grup B. Persebaya menyapu bersih 3 laga dengan mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes, lalu menumbangkan Persija, dan menutup grup dengan kemenangan 2-1 atas juara bertahan Port FC.
Selanjutnya, Persebaya menyingkirkan Arema FC untuk melaju ke final. Pelatih Bernardo Tavares menyebut timnya menang karena kerja keras dan tekanan tinggi, bukan sekadar hoki.
Dalam laga final malam ini, Persib datang dengan status juara Grup A tanpa kebobolan sama sekali di fase grup. Namun di final, Persebaya mampu memaksa laga berakhir 1-1 dan akhirnya unggul 6-5 di adu penalti.
Ramadan Sananta membuka skor untuk Persebaya pada menit ke-20. Matricardi menyamakan skor 1-1 pada menit ke-24.
Persib yang merupakan juara Liga Super akhirnya harus puas menjadi runner-up Piala Presiden 2026. Persija Jakarta menempati peringkat ketiga setelah menerkam Arema dengan skor 3-1.
Turnamen pramusim edisi ke-8 ini digelar 25 Juli – 6 Agustus 2026 di Bandung dan Surabaya dengan 8 tim termasuk 3 klub ASEAN: Port FC, Tampines Rovers, dan DPMM FC.
Pelatih Bernardo Tavares tak bisa menyembunyikan bangganya. “Para pemain layak mendapatkannya dan saya menyukai atmosfer di stadion. Fantastis!”
Dengan gelar ini, Persebaya mengukir sejarah baru dan mengembalikan trofi Piala Presiden ke tangan klub Indonesia setelah Port FC jadi juara di 2025.
Selamat, Bajul Ijo!

