Navaswara.com – Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan apresiasi tertinggi terhadap penyelenggaraan Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026 yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang. Menurutnya, kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari berbagai jenjang usia ini sangat penting untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah serta cerita rakyat Nusantara.
Dalam sambutannya, Andra Soni juga mengaku terkesan dengan antusiasme peserta yang datang dari tingkat SD, SMP, SMA hingga kategori umum. Ia bahkan menyebut kegiatan ini sebagai sesuatu yang luar biasa dan layak untuk didukung serta dikembangkan lebih luas oleh pemerintah daerah.
“Kegiatan storytelling seperti ini perlu terus didorong melalui kolaborasi antara orang tua, keluarga peserta didik, sekolah, komunitas literasi, pelaku seni, dan pemerintah daerah agar menjadi bagian dari gerakan yang membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter kreatif, dan berbudaya,” paparnya.
Ia menambahkan, “Saya tadi melihat anak-anak berani tampil dan kita yang pernah merasakan jadi anak-anak, tentu mengerti bahwa untuk berani tampil di depan banyak orang itu tidak mudah, tidak semua anak bisa berani tampil. Saya rasa, kegiatan ini merupakan langkah positif dan strategis dalam membangun budaya literasi, melestarikan cerita rakyat Nusantara, dan menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda.
Storytelling juga tidak hanya menjadi media hiburan, tapi jadi juga sarana pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi, komunikasi, kreativitas, dan imajinasi anak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling terbukti efektif meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.”
Tidak hanya itu, ia juga menyoroti kekayaan cerita rakyat yang dimiliki wilayah Banten. Selama festival berlangsung, dirinya mengaku baru mengetahui sejumlah legenda daerah seperti asal-usul nama Pandeglang dan Sukacai. Menurutnya, selama ini kebanyakan masyarakat lebih mengenal cerita rakyat dari daerah lain seperti Malin Kundang atau Joko Kendil, padahal Banten sendiri memiliki banyak kisah lokal yang sarat nilai moral, religius, dan semangat kebersamaan.
Oleh karena itu, Andra Soni berharap cerita-cerita rakyat Banten dapat dibukukan agar tidak hilang ditelan zaman. Ia bahkan meminta dinas terkait untuk berkoordinasi dengan penyelenggara agar legenda-legenda daerah dapat terdokumentasi dengan baik dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Selain memperkuat literasi budaya, festival ini juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi kreatif dan industri seni pertunjukan di Banten. Dengan ratusan peserta yang hadir bersama orang tua dan guru pendamping, kegiatan budaya seperti ini dinilai mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Andra Soni berharap Festival Storytelling Suara Nusantara dapat terus digelar setiap tahun. Ia ingin acara ini bisa menjadi gerakan budaya yang mampu melahirkan generasi muda Banten yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta bangga terhadap warisan budaya Nusantara.

