Navaswara.com – Gubernur Banten Andra Soni bertemu Puteri Indonesia 2026 Agnes Aditya Rahajeng di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (6/5/2026).
Pertemuan ini menjadi awal kolaborasi untuk mendorong tiga fokus utama pembangunan di Banten, yakni pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, serta promosi pariwisata.
Agnes hadir bersama Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia, Wardiman Djojonegoro. Kolaborasi ini diharapkan bisa memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan figur publik dalam mengangkat isu-isu strategis.
Dalam pertemuan tersebut, Andra menyoroti masih adanya kesenjangan akses pendidikan di Banten. Ia menyebut angka putus sekolah masih ditemukan di sejumlah wilayah, terutama di daerah dengan kapasitas fiskal terbatas.
“Fokus kami adalah bagaimana disparitas itu bisa kita kurangi. Pendidikan adalah jalan keluar dari kemiskinan dan untuk meningkatkan daya saing,” kata Andra.
Sebagai upaya konkret, Pemprov Banten telah menjalankan program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan sekolah khusus swasta. Pada 2025, program ini disebut telah menjangkau 801 sekolah.
“Kita ingin tidak ada anak Banten yang tertinggal,” ujarnya.
Andra berharap, kehadiran Agnes sebagai Puteri Indonesia 2026 bisa membantu menyuarakan pentingnya pendidikan kepada generasi muda.
“Puteri Indonesia bukan hanya soal kecantikan, tapi juga kecerdasan dan inspirasi,” tambahnya.
Selain pendidikan, isu perlindungan perempuan dan anak juga menjadi sorotan. Andra mengakui angka kekerasan terhadap perempuan di Banten masih tinggi.
“Kita punya pekerjaan rumah besar. Banten harus menjadi rumah yang aman bagi perempuan dan anak,” tegasnya.
Di sisi lain, Agnes menyatakan siap mendukung upaya tersebut. Ia mengatakan akan mengambil peran dalam mengampanyekan pentingnya pendidikan, perlindungan kelompok rentan, hingga promosi pariwisata dan budaya Banten.
“Ini kehormatan bagi saya bisa bekerja sama dengan Pemprov Banten untuk menyuarakan tiga pilar penting ini,” ujar Agnes.
Agnes juga mengaku memiliki kedekatan dengan Banten. Ia telah tinggal di Tangerang Selatan selama hampir 10 tahun.
Pengalamannya sebagai Puteri Indonesia membuatnya semakin mengenal Banten, termasuk saat mengunjungi kawasan Suku Baduy, Keraton Kaibon, hingga Pantai Cibobos.
“Saya melihat langsung bagaimana masyarakat Baduy menjaga harmoni dengan alam. Itu sangat menginspirasi,” katanya.
Menurut Agnes, Banten memiliki potensi besar dari sisi budaya dan keindahan alam yang bisa dikenal lebih luas.
“Harapannya saya bisa ikut mempromosikan pariwisata dan budaya Banten agar semakin diminati,” pungkasnya.

