Navaswara.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan, penyelamatan keuangan negara dan penguasaan kembali aset strategis memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Prabowo menyebut upaya penyelamatan keuangan negara telah dilakukan berulang kali dalam 1,5 tahun terakhir.
“Total uang tunai yang berhasil kita selamatkan sampai hari ini adalah Rp31,3 triliun. Ini angka yang sangat besar,” ujar Prabowo saat menghadiri acara penyerahan denda administratif dan penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (10/4).
Menurutnya, dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, terutama di sektor pendidikan.
Prabowo mencontohkan, anggaran tersebut berpotensi mempercepat perbaikan sekolah di seluruh Indonesia.
“Tahun lalu kita baru berhasil memperbaiki 17.000 sekolah. Uang ini bisa dua kali lipat, padahal banyak sekolah sudah belasan tahun tidak diperbaiki,” ucapnya.
Selain pendidikan, Prabowo mengatakan dana hasil penyelamatan juga bisa digunakan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya melalui program renovasi rumah.
“Kalau digunakan untuk renovasi rumah, bisa memperbaiki lebih dari 500.000 rumah. Artinya, sekitar 2 juta masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” kata dia.
Tak hanya itu, pemerintah juga berhasil menguasai kembali aset negara berupa kawasan hutan dengan nilai yang besar.
Prabowo menyebut nilai aset tersebut diperkirakan mencapai Rp370 triliun.
“Kalau dibandingkan dengan APBN sekitar Rp3.700 triliun, berarti hampir 10 persen berhasil diselamatkan dalam 1,5 tahun,” jelasnya.
Ia menilai, aset tersebut bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik di berbagai daerah.
“Dengan Rp370 triliun, kita bisa perbaiki seluruh sekolah, bangun jembatan di desa, dan meningkatkan fasilitas publik lainnya,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan, setiap rupiah yang berhasil diselamatkan merupakan hak rakyat dan harus dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat.
