Tren Video Podcast Naik, Suara Kreator Perempuan Indonesia Makin Kuat

Navaswara.com — Perkembangan video podcast di Spotify semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir. Format ini memberi ruang baru bagi kreator perempuan Indonesia untuk bercerita sekaligus membangun kedekatan dengan audiens. Percakapan yang sebelumnya hanya terdengar kini hadir dengan ekspresi yang lebih utuh.

Secara global, lebih dari 250 juta pengguna telah menonton video podcast di Spotify. Angka ini memperlihatkan perubahan cara orang menikmati konten audio yang kini bergerak ke arah visual. Kreator perempuan melihat peluang ini sebagai medium untuk menghadirkan cerita yang terasa lebih hidup dan personal.

Di Indonesia, pendekatan tiap kreator berkembang dengan karakter yang kuat. MALAKA, yang masuk dalam Top Education Podcast Indonesia 2025 di Spotify Wrapped Live, memanfaatkan video untuk membuat diskusi sosial dan sejarah terasa lebih mudah dicerna. Visual membantu memperjelas konteks sekaligus menjaga perhatian penonton.

“Di MALAKA, kami berangkat dari kepedulian terhadap literasi dan kemanusiaan dalam percakapan publik. Kami ingin menghadirkan ruang di mana ide dan isu sosial bisa dibahas dengan cara yang lebih mudah diakses,” ujar Cania Citta. Ia menilai platform digital membuka jalan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan mendorong dialog yang relevan.

Kedekatan dengan audiens menjadi faktor penting dalam pertumbuhan podcast. Tiga dari empat pengguna Spotify mengaku merasa lebih terhubung dengan kreator saat menonton podcast. Video memperkuat ikatan itu karena penonton bisa menangkap ekspresi, emosi, serta dinamika percakapan secara langsung.

Hal ini juga dirasakan oleh In Her View. “Kami ingin menciptakan ruang untuk berbagi cerita secara terbuka, termasuk pengalaman pribadi yang membentuk diri kami hari ini,” kata Caroline Soerachmat. Ia melihat kejujuran dalam percakapan justru menjadi jembatan yang mempererat hubungan dengan pendengar.

Minat audiens Indonesia terhadap podcast juga dipengaruhi kebutuhan akan informasi dan pembelajaran. Banyak pengguna datang untuk mencari sudut pandang baru, lalu bertahan karena merasa terhubung dengan cerita yang disampaikan. Hubungan ini membuat konten terasa lebih relevan dalam keseharian mereka.

Pengalaman serupa muncul dari Biar Ga Nyesel yang digagas oleh Tasya Alma. Ia menyebut video podcast berkembang menjadi ruang berbagi perjalanan hidup yang terasa dekat dengan banyak orang. Cerita tentang pilihan karier hingga kegagalan menjadi percakapan yang mudah dipahami.

Di sisi lain, dukungan teknologi ikut membentuk ekosistem ini. Fitur interaktif seperti komentar dan polling membantu kreator membaca respons audiens sekaligus menjaga percakapan tetap hidup. Pendengar tidak lagi sekadar menyimak, tetapi ikut terlibat dalam arah diskusi.

“Video membuat podcast terasa lebih imersif dan ekspresif,” ujar Carl Zuzarte. Ia melihat semakin banyak kreator perempuan membawa perspektif baru yang memberi warna dalam percakapan digital saat ini.

Pertumbuhan ini menunjukkan arah baru industri podcast di Indonesia. Kreator perempuan tidak hanya hadir sebagai pengisi ruang, tetapi juga membentuk cara cerita disampaikan dan diterima. Ruang yang mereka bangun terasa lebih dekat dengan realitas audiens, sekaligus membuka peluang bagi suara yang beragam untuk terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *