Navaswara.com – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan ekonomi nasional dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
Dalam laporan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme terhadap ketahanan ekonomi Indonesia meski dunia tengah menghadapi ketidakpastian global.
Menurutnya, sejumlah indikator menunjukkan kondisi ekonomi nasional tetap kuat, baik dari sisi produksi maupun konsumsi masyarakat.
“Sebetulnya kalau kita lihat dari sisi supply, ekonomi kita dalam keadaan yang amat baik,” kata Purbaya.
Ia menjelaskan, salah satu indikator yang mencerminkan perbaikan ekonomi adalah meningkatnya Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur.
Pada Februari 2026, PMI Indonesia tercatat di level 53,8, yang menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau kita lihat dari purchasing managers index, di bulan Februari itu levelnya 53,8, tertinggi dalam berapa tahun terakhir. Jadi betul-betul ada perbaikan yang kuat di sektor manufaktur,” ujarnya.
Inflasi Masih Terkendali
Dari sisi stabilitas harga, Purbaya menegaskan, inflasi nasional masih dalam kondisi terkendali.
Menurutnya, angka inflasi yang terlihat tinggi secara nominal dipengaruhi faktor teknis terkait subsidi listrik pada periode sebelumnya.
“Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari, Februari tahun lalu, sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59 persen,” jelasnya.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan ruang bagi perekonomian Indonesia untuk tumbuh lebih cepat ke depan.
Daya Beli Masyarakat Membaik
Optimisme terhadap ekonomi nasional juga tercermin dari meningkatnya berbagai indikator aktivitas ekonomi.
Salah satunya adalah survei kepercayaan konsumen yang menunjukkan perbaikan daya beli masyarakat.
“Keadaan umum lagi ditangkap dari survei kepercayaan konsumen. Jadi memang daya beli masyarakat membaik,” kata Purbaya.
Ia menambahkan, baik dari sisi produksi maupun permintaan, kondisi ekonomi Indonesia hingga Februari 2026 masih berada dalam kondisi sehat.
Tetap Waspadai Dinamika Global
Meski demikian, Purbaya mengaku dinamika ekonomi global masih menimbulkan volatilitas di berbagai negara.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas serta momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
