Navaswara.com — Di tengah kebutuhan industri yang kian menuntut talenta teknik siap pakai, ABB Motion menegaskan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia dan kesiapan teknologi nasional melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus. Program ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara industri dan perguruan tinggi untuk menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
Sebagai pemimpin global dalam teknologi motion dan solusi elektrifikasi industri, ABB Motion telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Trisakti, dan Politeknik Negeri Bandung (Polban). Ke depan, ABB Motion membuka peluang perluasan kerja sama dengan institusi pendidikan lain guna memperkuat ekosistem teknologi dan energi nasional.
Inisiatif ini lahir dari realitas dunia kerja yang semakin kompetitif. Survei global menunjukkan bahwa 91 persen pemberi kerja menempatkan pengalaman praktis dan keterampilan aplikatif sebagai faktor utama dalam perekrutan lulusan teknik. Di Indonesia sendiri, lebih dari separuh lulusan bekerja di luar bidang studinya, menandakan masih adanya ketidaksesuaian antara kompetensi akademik dan kebutuhan industri. Dalam konteks inilah sinergi industri akademia menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar pilihan.
Sebagai bagian dari implementasi program, ABB Motion menggelar rangkaian workshop dan kegiatan berbagi pengetahuan di ITB pada 3–6 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan puluhan mahasiswa dan sivitas akademika lintas disiplin teknik melalui sesi pemaparan teknologi, diskusi aplikatif, serta pengenalan praktik industri di bidang motion, otomasi, dan efisiensi energi, tiga fondasi utama industri modern yang berkelanjutan.
ABB Motion Goes to Campus dirancang sebagai platform kolaborasi jangka panjang. Program ini mengombinasikan hibah produk, workshop teknis, serta forum thought leadership untuk menyelaraskan kurikulum akademik dengan perkembangan teknologi industri. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan teoritis, tetapi juga pemahaman kontekstual terhadap tantangan dan peluang industri global.
Vice President sekaligus Head of Local Business Area Motion ABB Indonesia, Chen-Kang Tan, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi berkelanjutan ABB dalam menyiapkan talenta nasional. Menurutnya, keterlibatan industri sejak bangku kuliah menjadi kunci agar lulusan memiliki kesiapan kerja yang lebih utuh.
Kolaborasi ini juga mendapat respons positif dari kalangan akademisi. Wakil Dekan Sumberdaya Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, Dr. Eng. Ir. Arwindra Rizqiawan, menilai ABB Motion Goes to Campus sebagai contoh konkret sinergi industri–kampus yang relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa. Interaksi langsung dengan praktisi dan paparan teknologi terkini dinilai mampu memperluas perspektif mahasiswa terhadap kebutuhan industri masa depan.
Ke depan, ABB Motion berkomitmen melanjutkan program serupa di berbagai perguruan tinggi dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing institusi. Melalui transfer pengetahuan dan pengenalan teknologi mutakhir, ABB Motion berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia sekaligus mendorong adopsi teknologi yang efisien, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan.
Melalui ABB Motion Goes to Campus, ABB menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyedia teknologi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun fondasi future workforce Indonesia yang adaptif, kompeten, dan siap menopang pertumbuhan industri nasional secara berkelanjutan.
