Baru 5 Bulan Latihan, Imam Nur Shaleh Sabet Perak di Asian Youth Para Games

Navaswara.com – Imam Nur Shaleh tak pernah membayangkan dirinya berdiri di panggung internasional. Remaja 17 tahun asal Jatisrono, Wonogiri, itu baru mengenal barbel lima bulan lalu. Kini, ia pulang membawa medali perak dari Asian Youth Para Games 2025 di Dubai.

Perjalanan Shaleh dimulai ketika ia mengikuti program pencarian atlet disabilitas Mendobrak Batas yang digelar NPC Indonesia di GOR FKOR UNS Surakarta pada Mei 2025. Dari ratusan peserta Jawa Tengah, tes menunjukkan ia cocok untuk cabang para angkat berat.

Shaleh kemudian masuk pembinaan PJPAP (Program Jangka Panjang Atlet Potensial) di bawah NPCI Jawa Tengah. Masa awalnya tidak mudah.

“Awal-awal tangan rasanya sakit semua. Belum pernah olahraga angkat beban sebelumnya,” kata Shaleh di Dubai Club for People of Determination, Rabu (10/12).

Meski begitu, ia terus berlatih.

“Lama-lama terbiasa dan malah jadi semangat,” ujarnya.

Menurut Shaleh, tantangan terberat justru datang dari dirinya sendiri.

“Melawan kemalasan. Cara lawannya memotivasi diri sendiri bahwa saya bisa,” katanya.

Debut Internasional Berbuah Perak

Asian Youth Para Games 2025 menjadi debut internasional Shaleh. Ia turun di kelas -54 kilogram putra kategori rookie, kategori untuk para lifter pendatang baru.

Rasa gugup sempat muncul ketika masuk arena dan melihat lawan-lawan dari berbagai negara. Namun, ia mampu tampil maksimal dengan mencatat angkatan 85 kilogram. Hasil itu mengantarnya meraih medali perak.

“Saya terharu. Baru lima bulan latihan, kok bisa dapat medali,” ucapnya. “Sebelum bertanding saya telepon keluarga minta doa. Alhamdulillah dikasih kelancaran.”

Kejutan dari Program Mendobrak Batas

Pelatih para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, menyebut raihan Shaleh menjadi kejutan.

“Pesaingnya berat-berat. Banyak yang sudah latihan lebih lama. Raihan Shaleh jelas kejutan,” kata Coni.

Shaleh merupakan satu dari 13 atlet hasil program Mendobrak Batas yang tampil di Dubai tahun ini. Prestasi peraknya memberi tambahan optimisme pada pembinaan atlet potensial di daerah.

Foto: Dok. NPC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *