Navaswara.com – Preferensi konsumen eCommerce di Indonesia menunjukkan pergeseran yang semakin jelas. Konsumen yang semula impulsif kini lebih berhati-hati saat memilih produk, dengan perhatian lebih besar pada kualitas, keaslian, dan reputasi brand. Situasi ini mendorong Lazada memperkuat strategi berbasis brand resmi sebagai bagian dari arah pertumbuhan baru perusahaan.
Commercial Director Lazada Indonesia Nanang Ariswibowo mengatakan masyarakat kini lebih cermat dalam menimbang pilihan belanja. Ia menilai bahwa konsumen tidak lagi terpaku pada harga termurah. “Dulu belanja itu sifatnya impulsif. Sekarang orang lebih aspiratif dan mencari yang premium. Mereka melihat keaslian produk, kualitas, dan reputasi brand,” ujar Nanang. Ia mencatat bahwa preferensi belanja melalui kanal resmi seperti LazMall terus naik. Proyeksi internal perusahaan menyebut transaksi melalui kanal tersebut bisa mencapai 35 persen pada 2025 dan 55 persen pada 2030.
Menurut Nanang, arah pasar ini menjadi alasan perusahaan memperdalam komitmen terhadap kualitas barang dan layanan. LazMall menerapkan jaminan produk asli serta pengiriman tepat waktu. Ia mengatakan pembeli bahkan diberikan perlindungan lebih besar melalui kebijakan pengembalian apabila barang tidak sesuai. Dalam beberapa kategori, brand juga menyediakan voucher eksklusif. Nanang menyebut kehadiran brand global seperti Nike dan produk eksklusif seperti Labubu dari Pop Mart sebagai bukti bahwa kanal resmi menjadi ruang yang relevan. “Konsumen semakin rela membayar lebih untuk kualitas terbaik. Ini menunjukkan pergeseran dari perang harga menuju pengalaman belanja yang terkurasi,” katanya.
Selain penguatan kanal brand resmi, Lazada mengembangkan dukungan teknologi berbasis AI untuk membantu penjual menata konten, meningkatkan performa toko, dan memastikan konsumen memperoleh rekomendasi produk yang lebih tepat. Nanang mengatakan langkah ini penting agar ekosistem tumbuh lebih sehat tanpa pola bakar duit yang sudah tidak berkelanjutan bagi industri.
Perubahan perilaku konsumen juga terlihat pada sektor buku. Corporate Support Director Gramedia Yosef Adityo mengatakan kanal eCommerce semakin vital bagi distribusi buku sejak 2011. Menurutnya, konsumen buku kini lebih nyaman berbelanja di platform yang memiliki jaminan keaslian. “Kampanye literasi dan karya asli menjadi prioritas kami. Belanja buku di Lazada itu mudah karena pengiriman tidak lama dan ongkir tidak mahal,” katanya. Yosef menyebut performa Gramedia pada kampanye 11.11 tahun ini meningkat 361 persen dibanding tahun sebelumnya. Ia menilai bahwa perilaku konsumen yang lebih terarah ke toko resmi memudahkan Gramedia menyebarkan buku asli kepada pembaca baru.
CEO Lazada Indonesia Carlos Barrera sebelumnya mengatakan bahwa kepercayaan menjadi kunci arah strategi perusahaan. Ia menilai konsumen Indonesia sudah lebih cerdas dan menuntut proses belanja yang aman serta transparan. “Pada masa lalu orang khawatir belanja online apakah barang datang tepat waktu. Kami ingin menghilangkan kekhawatiran itu dan kami berhasil,” kata Carlos.
Menjelang kampanye 12.12, perusahaan menyiapkan diskon besar, program daily sale, dan peningkatan manfaat keanggotaan untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang. Lazada menilai bahwa keberlanjutan industri hanya bisa dicapai bila ekosistem brand, konsumen, dan teknologi bergerak beriringan tanpa ketergantungan pada promo besar semata.
