Saat Inovasi, Sains, dan Keberlanjutan Berpadu di Jalur Masa Depan

Navaswara.com — Dalam dunia yang terus bergerak menuju masa depan hijau, Michelin menyalakan obor inovasi lewat ajang Asia Pacific Media Day 2025 bertema “Michelin Beyond Performance”. Berlangsung di Nongkhae, Saraburi, Thailand, acara ini menjadi panggung bagi Michelin untuk menunjukkan bagaimana perusahaan legendaris asal Prancis itu bertransformasi dari produsen ban menjadi pionir global dalam solusi komposit dan mobilitas berkelanjutan.

Presiden dan Direktur Utama Michelin Asia Pasifik, Manuel Fafian, menegaskan visi besar Michelin: menciptakan masa depan yang All-Sustainable — People × Profit × Planet. “Bagi kami, inovasi bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang menciptakan pengalaman yang berdampak bagi manusia dan bumi,” ujarnya di hadapan media dan mitra industri dari seluruh Asia Pasifik.

Dalam sesi utama, Cyrille Roget, Technical and Scientific Communication Director Michelin, menyingkap perjalanan panjang riset perusahaan dalam mengembangkan ban berkelanjutan. Ia menjelaskan, lebih dari 80 persen jejak lingkungan ban berasal dari masa penggunaannya. Karena itu, Michelin berkomitmen menghadirkan desain holistik dengan bahan bio dan teknologi rendah karbon agar performa tetap maksimal tanpa mengorbankan planet.

Sorotan lain adalah diskusi panel lintas industri bersama mitra strategis seperti DHL, Mon Transport, dan SweetVarnVarn, yang menampilkan kolaborasi nyata dalam memperluas logistik hijau dan efisiensi rantai pasok berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan hanya bisa terwujud melalui sinergi antara inovator, produsen, dan pengguna.

Acara ditutup dengan MICHELIN Guide Dining Experience persembahan GOAT Bangkok, restoran berbintang satu MICHELIN. Menu bertema “Composites” dirancang sebagai metafora: sama seperti bahan komposit yang menyatukan kekuatan beragam elemen, Michelin memadukan sains, rasa, dan tanggung jawab dalam satu pengalaman tak terlupakan.

Dengan semangat “Beyond Performance”, Michelin bukan hanya menatap masa depan mobilitas namun mereka sedang membentuknya: lebih inovatif, lebih manusiawi, dan lebih berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *