Navaswara.com – Pernahkah Anda membayangkan hidup tanpa kemampuan melihat dengan jelas? Mata adalah jendela utama kita untuk mengenali dunia, namun sering kali kesehatannya terabaikan hingga terlambat. Salah satu langkah penting yang masih kerap diremehkan adalah screening retina, atau pemeriksaan retina secara menyeluruh. Padahal, pemeriksaan sederhana ini bisa menjadi penentu antara penglihatan yang tetap tajam dan kebutaan permanen di masa depan.
Retina, lapisan tipis di bagian belakang mata, berfungsi menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal bagi otak agar kita dapat melihat. Karena perannya yang sangat vital, setiap gangguan pada retina dapat berakibat fatal terhadap fungsi penglihatan. Screening retina memungkinkan dokter mendeteksi masalah sejak dini sebelum gejala terasa seperti glaukoma, degenerasi makula, ablasio retina, hingga retinopati diabetik.
Bagi penderita diabetes, pemeriksaan ini menjadi sangat penting. Kadar gula darah tinggi yang dibiarkan tanpa kontrol dapat merusak pembuluh darah halus di retina dan berujung pada kebutaan. Begitu juga bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun, karena risiko degenerasi makula meningkat seiring waktu. Gangguan ini membuat penglihatan menjadi kabur dan kehilangan fokus di bagian tengah pandangan.
Proses pemeriksaannya pun cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit. Dokter hanya akan memberikan obat tetes untuk melebarkan pupil, lalu memindai bagian dalam mata dengan alat khusus berbasis laser. Hasil pemindaian muncul dalam hitungan menit, dan dari sanalah dokter dapat melihat tanda-tanda kerusakan yang belum tampak secara kasatmata. Pada kondisi tertentu, seperti degenerasi makula basah, pemeriksaan dilakukan dengan teknik angiografi fluorescein, menggunakan pewarna khusus untuk memetakan pembuluh darah di retina.
Setelah prosedur, pasien mungkin mengalami penglihatan kabur beberapa jam dan disarankan memakai kacamata hitam untuk melindungi mata dari cahaya. Meski terdengar sederhana, langkah ini bisa menyelamatkan penglihatan Anda di masa depan.
Menurut Dr. Kevin, SpM, pemeriksaan retina idealnya dilakukan setahun sekali, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes, tekanan darah tinggi, atau gangguan penglihatan yang tidak jelas penyebabnya. “Mata adalah bagian tubuh yang tidak bisa diganti. Dengan screening retina, kita bukan hanya menjaga penglihatan, tapi juga kualitas hidup,” ujarnya.
Menjaga kesehatan mata bukan sekadar urusan estetika, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan yang lebih cerah. Jadi, sebelum terlambat, luangkan waktu untuk melakukan screening retina karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.
