Generasi Baru Tantangan Baru, Pesan Rhenald Kasali dan Raymond Chin untuk Anak Muda

Navaswara.com – Generasi muda tumbuh dalam dunia yang berubah lebih cepat dari kemampuan banyak orang untuk menebak arahnya. Ketidakpastian ekonomi, teknologi yang terus berevolusi, dan arus informasi yang nyaris tanpa jeda membentuk cara baru dalam berpikir dan bertindak. Di tengah derasnya perubahan itu, ruang untuk berhenti sejenak dan belajar menjadi hal yang langka.

Wealth Wisdom 2025 hadir mengisi ruang tersebut, mempertemukan pemikir dan pelaku muda, yang berbagi pandangan tentang bagaimana bertahan sekaligus bertumbuh di era yang kerap disebut VUCA, masa yang volatil, penuh ketidakpastian, kompleks, dan ambigu. Ajang tahunan yang telah memasuki tahun ke-11 sebagai ruang belajar dan bertukar inspirasi seputar keuangan dan pengembangan diri. Tahun ini, acara mengusung tema “Resilient Wealth, Confident Future,” dengan fokus pada cara membangun ketahanan finansial dan mental di tengah perubahan zaman.

Sesi Next Gen Class bertajuk “Think Big, Grow Strong: Next Gen’s Road to Thrive in Business” ini menghadirkan Prof. Rhenald Kasali Ph.D., pendiri Rumah Perubahan sekaligus profesor Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, serta Raymond Chin, direktur Genesis Holdings dan content creator muda yang dikenal inspiratif.

Rhenald menyampaikan bahwa teknologi tidak seharusnya ditakuti, melainkan dipahami dan dimanfaatkan. “AI hanya alat bantu. Kalau kita gelisah atau khawatir, AI bisa mengenal kita lebih cepat dari diri kita sendiri. Karena itu, kita harus tahu karakternya,” ujarnya. Menurutnya, di tengah perubahan global dan pergeseran perilaku akibat media sosial, manusia perlu kembali mengasah kemampuan berpikir dan bernarasi. “Calon pemimpin masa depan kini banyak terbentuk dari dunia digital. Narasi menjadi kekuatan utama dalam membangun pengaruh,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa membangun bisnis tidak cukup dengan ide besar, tetapi membutuhkan konsep yang jelas dan pola pikir belajar yang berkelanjutan. “Kita harus punya learning mindset. Ada proses belajar yang terus berjalan dari ujung ke ujung,” katanya. Rhenald menyebut, sektor gaya hidup, kesehatan, dan bioteknologi menjadi bidang usaha yang memiliki potensi besar untuk bertahan dan berkembang.

Ruang pertemuan gagasan antara generasi pemikir dan pelaku muda menghadapi era disrupsi

Sementara itu, Raymond Chin mengajak generasi muda untuk memahami dunia bisnis yang kini bergerak dalam lanskap VUCA — volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. “Kita tidak lagi hidup di masa perubahan, tapi di perubahan masa. Dunia bergerak terlalu cepat untuk menunggu,” ujarnya.

Ia menilai bahwa di tengah ketidakpastian global justru terbuka banyak peluang baru. “Think big itu berawal dari rasa ingin tahu. Curiosity penting, karena tanpa itu kita tidak punya motivasi untuk memecahkan masalah,” jelas Raymond. Menurutnya, penguasaan future skills seperti berpikir kritis, kreativitas, literasi teknologi dan AI, kepemimpinan, serta kecerdasan emosional menjadi kunci bagi generasi muda untuk beradaptasi dan maju.

Wealth Wisdom 2025 juga menghadirkan berbagai tokoh publik seperti Airlangga Hartarto, Basuki Tjahaja Purnama, Shinta Kamdani, Andy F. Noya, Prof. Eka J. Wahjoepramono, dan Stephanie Gunadi. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014, acara ini berkembang menjadi platform interaktif yang mendorong masyarakat untuk memperluas wawasan dan memperkuat ketahanan finansial, sejalan dengan visi PermataBank untuk tumbuh bersama nasabah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *