Navaswara.com — Aroma cengkih dan pala seolah membawa kembali memori kejayaan Batavia di abad ke-17 saat melangkah masuk ke kawasan Kota Tua Jakarta. Di tengah deretan bangunan saksi bisu sejarah perdagangan dunia, House of Tugu Jakarta menghidupkan kembali romansa jalur rempah melalui rangkaian program berbuka puasa Ramadan 1447H.
Rangkaian ini disajikan di restoran Jajaghu bersama sajian kopi dari Babah Koffie by Kawisari Coffee.
Lokasinya berada di kawasan Kota Tua Jakarta yang sejak abad ke-17 dikenal sebagai simpul perdagangan rempah dunia. Dalam catatan sejarah, wilayah yang dahulu bernama Batavia tersebut menjadi pusat distribusi pala dan cengkih sebelum dikirim ke Eropa.
Pada 1619 Belanda mendirikan Batavia dan menjadikannya markas besar VOC. Dari kawasan inilah harga rempah dunia pernah ditentukan sekaligus menjadi titik pengaturan perdagangan komoditas Nusantara menuju Amsterdam.
House of Tugu Jakarta berdiri di kawasan bersejarah tersebut. Bangunan heritage itu memanfaatkan konteks sejarah kota sebagai inspirasi dalam menghadirkan pengalaman kuliner selama Ramadan.
“Konsep ini berangkat dari sejarah kawasan di sekitar hotel. Rempah bagi kami merupakan bagian dari memori Nusantara yang masih terasa hingga sekarang dan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkannya melalui hidangan,” ujar Shafa Haura, representatif House of Tugu Jakarta.

Hidangan Nusantara Terinspirasi Jalur Rempah
Program iftar bertajuk The Spice Route of Indonesia menghadirkan hidangan dari berbagai daerah yang dikenal kaya rempah. Setiap menu dipilih untuk menggambarkan perjalanan rasa dari wilayah Nusantara.
Beberapa hidangan utama yang disajikan antara lain Gulai Kambing Padang serta Bebek Betutu Gianyar yang dimasak menggunakan bumbu khas Bali. Sajian tersebut menampilkan teknik memasak tradisional yang menonjolkan karakter rempah.
Pilihan penutup menghadirkan kurma medjool yang diisi kacang mede panggang dengan sentuhan kayu manis. Tersedia pula kolak biji salak dengan gula aren dan santan beraroma jahe.
Babah Koffie by Kawisari Coffee melengkapi pengalaman berbuka dengan sajian kopi yang memadukan espresso, kurma, serta rempah dalam satu minuman. Kopi tersebut menjadi bagian dari kurasi menu yang disiapkan selama Ramadan.
Program Lebaran dan Hampers Ramadan
Setelah Ramadan, restoran Jajaghu juga menghadirkan program bersantap Idul Fitri bertajuk The Archipelago Legacy. Rangkaian menu ini terinspirasi dari tradisi kuliner daerah yang memiliki hubungan dengan jalur perdagangan rempah di Nusantara.
Menu utama antara lain kambing panggang yang dimasak perlahan serta hidangan ketupat Lebaran dengan ragam lauk dari beberapa daerah seperti Jawa, Sunda, Padang, Batavia, dan Blitar.
House of Tugu Jakarta juga menghadirkan hampers Ramadan dari Babah Koffie by Kawisari Coffee. Paket tersebut berisi kopi single origin dari perkebunan Kawisari, madu, serta pilihan kue kering.
Selain pengalaman bersantap, hotel heritage ini menawarkan paket menginap selama Lebaran. Program tersebut menghadirkan suasana Kota Tua Jakarta yang lebih tenang pada pagi hari raya dengan fasilitas spa berbahan rempah Nusantara.
