Bahlil Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Idulfitri

Navaswara.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan energi nasional tetap aman menjelang Idulfitri.

Hal itu disampaikan Bahlil saat melaporkan kondisi energi nasional dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, baru-baru ini.

“Jadi kami laporkan Bapak, untuk menyangkut dengan BBM, baik crude, LPG, maupun minyak jadi, untuk menjelang hari raya dan ke depan, insyaallah bisa kita atasi dengan komunikasi yang baik,” ujar Bahlil.

Bahlil menjelaskan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini masih berada di atas batas minimal cadangan energi.

Jenis BBM yang dipastikan aman antara lain RON 90, RON 92, RON 98, solar, hingga avtur. Pemerintah menilai stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan, termasuk saat periode mudik Lebaran.

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya memperkuat kedaulatan energi nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas pencampuran biodiesel dan mempercepat pengembangan kilang minyak di dalam negeri.

Menurut Bahlil, proyek pengembangan kilang melalui program RDMP (Refinery Development Master Plan) akan membantu menekan impor BBM.

“Jadi RDMP kita selesaikan, ini cukup membantu kita, Pak. Mengurangi impor bensin kita 5,5 juta ton, sama BBM solar 3,5 juta,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan refinery menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Bahlil juga menyinggung target produksi minyak nasional atau lifting. Jika produksi tidak mencapai 1,6 juta barel per hari, maka selisih antara kebutuhan minyak mentah dan produksi dalam negeri harus dipenuhi melalui impor.

Sementara itu, untuk kebutuhan LPG nasional, Indonesia masih sangat bergantung pada impor.

Bahlil mengungkapkan sekitar 70 persen LPG impor berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20 persen dari kawasan Timur Tengah, dan sisanya dari beberapa negara lain seperti Australia.

Pemerintah kini menyiapkan sejumlah skenario untuk memastikan pasokan LPG tetap aman, termasuk dengan melakukan diversifikasi negara pemasok.

“Kita pecah lagi kontraknya agar bisa jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain,” tandas Bahlil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *