Orang Super Kaya Kabur dari Timur Tengah Pakai Jet Pribadi, Tarif Tembus 2 Miliar

Navaswara.com – Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat perjalanan udara di Timur Tengah terganggu. Di tengah situasi itu, sejumlah orang super kaya memilih meninggalkan kawasan tersebut dengan menyewa jet pribadi.

Mereka rela membayar hingga ratusan ribu dolar agar bisa keluar dari wilayah konflik dengan cepat.

Serangan rudal dan pesawat tak berawak memaksa banyak wilayah udara di kawasan tersebut ditutup. Akibatnya, sejumlah maskapai penerbangan mengurangi bahkan membatalkan penerbangan mereka.

Situasi ini memicu gangguan besar pada perjalanan udara di kawasan Teluk. Gangguan tersebut disebut sebagai yang terbesar sejak pandemi COVID-19 dan menyebabkan puluhan ribu penumpang terlantar.

Di tengah terbatasnya penerbangan komersial, sebagian orang kaya mencari alternatif dengan menyewa jet pribadi.

Permintaan layanan charter pun melonjak dalam beberapa hari terakhir.

Pendiri dan ketua perusahaan jet pribadi AirX John Matthew mengatakan, lonjakan permintaan terjadi karena jadwal penerbangan komersial menjadi terbatas dan sulit diprediksi.

“Klien kami tidak hanya keluarga kaya, tetapi juga perusahaan multinasional yang ingin memindahkan eksekutif senior mereka,” ujarnya.

Beberapa penerbangan, sambungnya, juga disewa oleh kelompok besar seperti tim olahraga atau kru tur yang perlu bepergian bersama.

CEO perusahaan penyewaan jet pribadi SHY Aviation Bernardus Vorster menuturkan, jumlah penerbangan jet pribadi meningkat tajam sejak konflik meletus.

Sebelum konflik, hanya ada sekitar 10 hingga 15 penerbangan jet pribadi yang berangkat setiap hari dari Muscat, Dubai, dan Riyadh.

Namun pada 4 Maret, jumlah tersebut melonjak menjadi 98 penerbangan dalam sehari.

Lonjakan permintaan, keterbatasan pesawat, serta tingginya biaya asuransi membuat tarif sewa jet pribadi meningkat tajam.

Selain itu, banyak pesawat harus kembali ke wilayah tersebut tanpa penumpang. Akibatnya, penyewa harus menanggung biaya penerbangan pulang pergi.

Vorster mencontohkan, sekelompok 12 orang bersama hewan peliharaan mereka menyewa penerbangan dari Muscat menuju Istanbul.

Perjalanan sekitar lima jam itu menelan biaya sekitar 145.000 dolar AS.

Sebelum konflik, penerbangan serupa hanya sekitar 60.000 dolar AS. Artinya, tarif charter meningkat sekitar 142 persen.

Pada awal konflik, Muscat dan Riyadh menjadi titik keberangkatan populer karena memiliki koridor penerbangan yang relatif lebih stabil.

Belakangan, Dubai juga menjadi salah satu titik keberangkatan utama bagi banyak penumpang.

Untuk tujuan penerbangan, Istanbul menjadi destinasi paling populer karena lokasinya relatif dekat dengan kawasan Timur Tengah.

Selain Istanbul, kota lain yang banyak dipilih adalah Athens dan Mumbai.

Kendati demikian, layanan charter jet pribadi hanya mampu memenuhi sebagian kecil dari permintaan perjalanan keluar dari wilayah tersebut.

Matthews mengatakan, layanan ini tidak dapat menggantikan jaringan transportasi maskapai komersial yang jauh lebih besar.

Namun bagi organisasi atau kelompok yang harus segera keluar dari wilayah konflik, charter jet tetap menjadi solusi tercepat.

Menurut Vorster, rata-rata jet pribadi hanya mampu membawa sekitar 12 penumpang. Sementara di kawasan tersebut hanya tersedia sekitar 40 hingga 50 pesawat yang siap beroperasi.

Dalam sepekan terakhir, perusahaannya membantu sekitar 120 orang meninggalkan Timur Tengah menggunakan penerbangan charter.

Sementara itu, puluhan ribu orang lainnya masih berusaha keluar dari kawasan tersebut karena penerbangan komersial belum sepenuhnya pulih.

Sejumlah negara juga mulai mengoperasikan penerbangan repatriasi untuk mengevakuasi warga negaranya.

Pada 10 Maret, United States Department of State mengumumkan telah membantu lebih dari 20 penerbangan charter untuk mengevakuasi ribuan warga negara Amerika dari Timur Tengah.

Pemerintah AS juga menyebut kondisi penerbangan komersial di kawasan tersebut mulai berangsur membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *