Plasthetic Clinic Perkenalkan Konsep Longevity untuk Perawatan Estetika yang Lebih Personal

Navaswara.com – Perkembangan dunia estetika kini bergerak menuju arah yang semakin terhubung dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Inovasi teknologi medis, analisis biologis, hingga pemahaman mengenai metabolisme tubuh mulai menjadi bagian penting dalam menentukan perawatan kecantikan yang tepat bagi setiap individu.

Seiring dengan berkembangnya tren global menuju longevity dan preventive medicine, Plasthetic Clinic memperkenalkan konsep “Longevity: The New Era of Aesthetic & Rejuvenation Care”, sebuah gagasan yang menempatkan kesehatan tubuh sebagai fondasi utama dalam perawatan estetika dan peremajaan.

Founder dan Owner Plasthetic Clinic, dr. Vania Aramita Sari, S.P.R.E., Subsp.E.I., (K), mengatakan bahwa tren terbaru dalam dunia estetika kini bergerak ke arah konsep longevity yang mengaitkan perawatan kecantikan dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

“Tidak ada satu treatment yang cocok untuk semua orang. Perawatan estetika saat ini harus bersifat personalized dan dikaitkan dengan wellness serta longevity, karena kondisi kulit dan rambut sebenarnya merupakan refleksi dari kesehatan tubuh di dalam,” ujarnya.

Melalui konsep tersebut, Plasthetic Clinic mengintegrasikan tiga bidang utama sekaligus, yaitu plastic and reconstructive surgery, advanced medical aesthetic, serta wellness and longevity medicine. Integrasi ini memungkinkan setiap pasien menjalani evaluasi kesehatan secara lebih menyeluruh sebelum tindakan estetika dilakukan. Pemeriksaan tidak hanya menilai kondisi kulit, tetapi juga mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti keseimbangan hormon, metabolisme tubuh, hingga kebutuhan nutrisi tertentu yang dapat memengaruhi kualitas hasil perawatan.

Perawatan Berbasis Genetik

Pendekatan personal tersebut juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi genetic testing. Dokter Estetik Plasthetic Clinic, dr. Elizabeth Ravinka Rossabel, menjelaskan bahwa gen merupakan bagian kecil dari DNA yang membawa informasi biologis penting bagi tubuh. Informasi tersebut berperan dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari metabolisme hingga respons terhadap makanan, olahraga, dan obat-obatan. “Setiap orang memiliki susunan gen yang berbeda. Karena itu respons tubuh terhadap gaya hidup maupun perawatan tertentu juga dapat berbeda,” jelasnya.

Tes genetik dilakukan dengan mengambil sampel air liur yang kemudian dianalisis di laboratorium untuk menghasilkan laporan personal mengenai berbagai aspek kesehatan. Hasil analisis dapat memberikan gambaran mengenai kesehatan kulit, kebutuhan mikronutrien, sensitivitas terhadap makanan tertentu, hingga potensi risiko penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung. Informasi ini membantu dokter menyusun rekomendasi gaya hidup serta perawatan yang lebih sesuai dengan kondisi biologis pasien.

Teknologi Skin Booster

Dari sisi perawatan kulit, Dokter Estetik Plasthetic Clinic, dr. Aema Y. Amir, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi skin booster juga semakin beragam. Ia menekankan bahwa pemilihan jenis skin booster harus disesuaikan dengan kondisi kulit pasien, baik pada kulit yang masih muda maupun yang telah mengalami tanda-tanda penuaan. “Skin booster merupakan injeksi mikro yang bekerja di lapisan kulit untuk meningkatkan hidrasi, elastisitas, serta merangsang regenerasi kulit,” ujarnya.

Berbagai bahan aktif dapat digunakan dalam prosedur ini, seperti hyaluronic acid untuk meningkatkan kelembapan kulit, polynucleotide berbasis DNA yang membantu memperbaiki jaringan kulit, hingga biostimulator yang merangsang produksi kolagen. Teknologi yang lebih baru bahkan memanfaatkan secretome berbasis stem cell yang mengandung berbagai faktor pertumbuhan untuk membantu proses regenerasi sel kulit.

Selain perawatan kulit, diskusi dalam acara ini juga menyinggung faktor metabolisme tubuh yang berpengaruh pada kondisi fisik seseorang, termasuk berat badan. Dalam konteks medis modern, salah satu terapi yang kini banyak dibahas adalah penggunaan semaglutide, obat yang bekerja meniru hormon GLP-1 untuk membantu mengontrol rasa lapar sekaligus kadar gula darah.

Langkah Plasthetic Clinic dalam mengintegrasikan teknologi medis, analisis genetik, serta estetika personal ini membuktikan bahwa tren longevity bukan lagi sebatas tampilan luar. Fokus perawatan kini bergeser pada kesehatan menyeluruh dari dalam, sehingga pesona kecantikan yang dihasilkan tidak hanya bertahan lama tetapi juga berjalan selaras dengan kualitas hidup yang lebih prima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *