Navaswara.com – Raket beradu dengan bola, sorak kecil terdengar dari tepi lapangan, lalu obrolan berlanjut di sudut kafe. Padel kini tumbuh sebagai bagian dari ritme hidup urban, tidak hanya olahraga akhir pekan, tetapi juga ruang temu yang cair dan kompetitif.
Pertumbuhan padel di Indonesia terlihat kian konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Antusiasme pemain mendorong kebutuhan akan fasilitas yang mendukung proses belajar sekaligus mengasah performa secara lebih serius dan terarah.
Komunitas pun berkembang cepat. Pemula yang baru mengenal teknik dasar berbagi lapangan dengan pemain yang mengejar peningkatan level serta atmosfer pertandingan yang lebih menantang.
Aktor Indonesia, Rezky Aditya, melihat pergeseran ini sebagai peluang membangun ekosistem. Ia mengembangkan Monarch Padel Club Pejaten sebagai ruang yang menyatukan ambisi kompetisi dan kedekatan komunitas.
“Kami memandang padel sebagai ruang membangun komunitas. Monarch Club Pejaten kami siapkan untuk menjawab kebutuhan kompetisi sekaligus menjadi ruang sosial, agar para pemain bisa berkembang bersama, di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Rezky dalam keterangan resminya, Senin 16 Februari 2026.
Pengembangan ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Monarch dalam membangun ekosistem padel yang berkelanjutan. Setelah membangun fondasi lewat Monarch Padel Academy sebagai ruang belajar dasar, cabang di Pejaten hadir sebagai fase lanjutan untuk menguji kemampuan dan menaikkan standar permainan.
Mengusung konsep “Built for Competitive Play, Beyond the Court”, fasilitas ini menempatkan performa sebagai fokus utama. Enam lapangan panoramic berstandar profesional disiapkan untuk menghadirkan visibilitas optimal dan konsentrasi penuh saat pertandingan berlangsung.
Spesifikasi tersebut membuka peluang turnamen maupun event kompetitif dalam skala lebih besar. Tata ruang dirancang dengan nuansa intens dan profesional, menyasar pemain yang ingin berlatih lebih serius sekaligus menantang diri di arena pertandingan.
Rezky menilai padel memiliki potensi besar berkembang hingga level internasional. Agenda multi-event seperti Asian Games dinilainya membuka peluang cabang olahraga ini semakin dikenal luas.
“Kami ingin membangun komunitasnya sejak awal dan menata ekosistem baru agar bisa tumbuh berkesinambungan dalam jangka panjang,” katanya.
Ia optimistis semakin banyak orang mencoba padel, semakin besar peluang lahirnya atlet berbakat. “Saya yakin padel akan terus berkembang. Dengan adanya Asian Games, bahkan jika suatu saat masuk Olympic, kesadaran publik akan meningkat dan makin banyak orang tertarik mencoba,” ujarnya, merujuk pada peluang tampil di Olympic Games.
Pada saat yang sama, Monarch tetap membaca denyut komunitas sebagai kekuatan utama. Area F&B yang luas dihadirkan sebagai ruang berkumpul dan berdiskusi, tempat relasi terjalin serta koneksi baru tumbuh seiring waktu.
Kenyamanan pun diperhatikan secara menyeluruh. Area parkir luas disiapkan untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung saat turnamen atau agenda komunitas berlangsung, mempertegas posisi Monarch sebagai destinasi padel yang kompetitif sekaligus hidup.
