Tiga Warna Biru Dulux 2026 Dirancang untuk Ritme Hidup yang Lebih Seimbang

Navaswara.com – Hidup di era digital membawa tekanan yang makin terasa dalam keseharian. Kelelahan akibat aktivitas serba cepat, paparan layar yang nyaris tanpa jeda, dan tuntutan untuk selalu siaga membuat banyak orang merasa lelah secara mental. Rumah yang seharusnya jadi tempat pulih, dalam banyak kasus justru terasa seperti perpanjangan ruang kerja.

Dulux mencoba merespons kondisi ini lewat pendekatan berbasis warna. Dalam peluncuran Colours of The Year 2026 bertema Rhythm of Blues™, merek cat ini menawarkan tiga nuansa biru yang dirancang untuk menciptakan suasana ruang yang lebih tenang dan terarah. Pendekatan ini diposisikan sebagai bagian dari upaya membangun kualitas ruang yang mendukung keseharian.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya menghadirkan satu warna utama, kali ini Dulux memperkenalkan tiga pilihan. Slow Swing™ ditujukan bagi ruang yang membutuhkan suasana istirahat yang maksimal. Mellow Flow™ diarahkan untuk ruang keluarga agar terasa hangat dan seimbang. Sementara Free Groove™ menyasar mereka yang ingin tetap ekspresif tanpa kehilangan rasa nyaman.

Melalui semangat tagar #TemukanTenangmu, Dulux percaya bahwa warna bukan hanya soal tampilan, melainkan mempengaruhi perasaan dan cara penghuni menjalani ruang. Ayu menegaskan bahwa tahun ini ‘The Rhythms of Blues’ tidak hadir sebagai satu warna biru tunggal, melainkan dikembangkan dalam tiga variasi cerita warna atau color stories yang disesuaikan dengan ritme hidup setiap individu.

Variasi pertama adalah palet Slow atau mellow blue. Karakter warna ini lembut dan dipadukan dengan cokelat hangat. Palet ini dirancang khusus untuk menciptakan ketenangan, membantu relaksasi, dan memulihkan energi atau unwind setelah seharian beraktivitas.

Selanjutnya, Dulux menghadirkan palet Flow yang mengombinasikan biru dengan sentuhan warna terakota. Perpaduan ini menghasilkan nuansa yang hangat, membumi, dan memberikan kesan ramah. Ayu menggambarkan warna ini layaknya sebuah pelukan yang memberikan kenyamanan dan rasa kebersamaan bagi penghuni rumah.

Pilihan ketiga adalah palet Free atau Free Groove. Berbeda dengan dua sebelumnya, palet ini memiliki karakter yang lebih cerah (bright) dan menyenangkan (fun). Warna ini ditujukan bagi mereka yang ingin mengeksplorasi kreativitas, memberikan energi baru, serta menghadirkan kegembiraan di dalam ruang.

Kampanye #TemukanTenangmu kemudian ditempatkan sebagai pengingat bahwa kualitas hidup tidak hanya dibangun lewat aktivitas di luar rumah. Cara menata ruang, termasuk melalui pilihan warna, ikut berperan dalam membentuk suasana yang lebih mendukung ritme hidup sehari-hari.

“Setiap orang punya ritme hidupnya sendiri. Ada yang butuh pelambatan total, ada yang cukup dengan keseimbangan, ada juga yang membutuhkan energi namun tetap terasa nyaman,” ujar Niluh Putu Ayu Setiawati, Head of Marketing AkzoNobel Decorative Paints Indonesia.

Pemilihan warna biru juga didukung oleh pertimbangan psikologis. Teguh Aryanto dari Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta menjelaskan bahwa praktik desain saat ini semakin memperhatikan dampak visual ruang terhadap kondisi mental penggunanya.

“Warna biru membantu menurunkan intensitas visual. Ruang bisa terasa lebih stabil dan tenang, tanpa kesan dingin atau hambar,” kata Teguh.

Teguh menambahkan bahwa pengaplikasian warna biru sangat fleksibel, mulai dari sekadar aksen hingga warna menyeluruh. Ia mencontohkan ikon arsitektur dunia seperti kota biru di Maroko atau Santorini di Yunani yang memberikan efek menenangkan. Dengan palet baru ini, Dulux berharap setiap ruang, mulai dari hunian hingga perkantoran, bisa menjadi tempat yang lebih seimbang bagi penghuninya di tahun mendatang.

Pendekatan ini dinilai relevan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pada lingkungan dengan sensitivitas tertentu. Sylvia M. Siregar dari Filoksenia Foundation, yang berfokus pada anak-anak dengan kebutuhan khusus, menilai warna biru dapat berperan sebagai penyeimbang emosional.

“Bagi anak neurodiverse, lingkungan visual yang tepat dapat membantu menurunkan kecemasan dan overstimulasi. Dari pengalaman kami, biru sering membantu mereka lebih fokus dan lebih tenang,” ujar Sylvia.

Dari sudut pandang feng shui, warna biru juga dipandang mendukung keseimbangan energi di dalam rumah. Jenie, praktisi feng shui, menyebut rumah ideal adalah yang membantu penghuninya menurunkan tempo setelah seharian beraktivitas.

“Dengan tiga nuansa biru ini, orang bisa menyesuaikan pilihan sesuai fungsi ruang dan kebutuhan energi mereka. Hasilnya terasa lebih personal dan lebih nyaman,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *