Ratusan Driver Tuli Terima Rompi Khusus agar Komunikasi Lebih Lancar

Navaswara.com – Banyak mitra driver tunarungu Gojek menjalani hari dengan tantangan yang tak selalu terlihat. Mereka membaca gestur pelanggan, menebak arahan di tengah bisingnya jalan raya, dan tetap berusaha memberi layanan terbaik. Situasi sederhana seperti perubahan titik jemput bisa menjadi rumit ketika komunikasi terhambat. Dari kebutuhan nyata itulah Yayasan GoTo Merah Putih (YGMP) mulai menyalurkan rompi identifikasi bagi ratusan mitra tunarungu, sebuah langkah yang diharapkan membuat perjalanan kerja mereka terasa lebih ringan.

Program ini diarahkan bagi para mitra yang selama ini menghadapi tantangan komunikasi saat menjalankan order harian, terutama ketika harus menyampaikan informasi atau berkomunikasi di tengah lalu lintas yang padat.

Menurut keterangan resmi, rompi diberikan kepada mitra driver aktif Gojek yang memiliki keterbatasan pendengaran. Identifikasi visual dianggap membantu pelanggan memahami kondisi mitra sejak awal perjalanan. Ketua YGMP Amelia Sutanto menjelaskan bahwa langkah ini menegaskan komitmen perusahaan menghadirkan ruang kerja yang lebih aman dan setara bagi siapa pun. “Kami ingin memastikan setiap mitra bisa bekerja dengan rasa nyaman dan percaya diri,” kata Amelia.

Distribusi dilakukan bertahap dan menyasar ratusan mitra tunarungu di berbagai wilayah. Tidak ada angka final yang disebutkan, tetapi YGMP menegaskan penyaluran akan diperluas mengikuti pendataan internal agar seluruh penerima yang memenuhi kriteria dapat terjangkau. Seorang mitra tunarungu, Filifus Effendi, menyampaikan bahwa kehadiran rompi membuat interaksi dengan pelanggan menjadi jauh lebih mudah karena kedua pihak langsung mengetahui cara berkomunikasi yang sesuai.

Rompi tersebut memuat tulisan “Saya Mitra Tunarungu” di bagian belakang dan dilengkapi panduan gerakan sederhana, misalnya sentuhan di pundak kiri atau kanan untuk memberi arah. Selain rompi, YGMP juga menyiapkan fitur chat otomatis di aplikasi, kartu identitas khusus, serta pelatihan pelayanan prima yang disusun dalam format Tips Pintar. Seluruh komponen itu dirancang untuk memperbaiki arus komunikasi antara mitra dan pelanggan agar operasional berjalan lebih efisien tanpa mengurangi keamanan.

Program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang ekosistem GoTo untuk membangun lingkungan kerja yang inklusif. YGMP menyebut bahwa dukungan berlapis dapat membantu mitra tunarungu bekerja dengan rasa aman sekaligus memperkuat hubungan pelayanan antara driver dan pengguna layanan. Inisiatif tersebut juga diharapkan memperluas kesempatan kerja bagi kelompok difabel yang selama ini menghadapi hambatan struktural maupun komunikasi di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *