Navaswara.com – Pemprov DKI Jakarta memperkuat kerja sama internasional melalui pertemuan Gubernur Pramono Anung bersama pimpinan GIZ (German Corporation for International Cooperation) dan perwakilan BMZ (Federal Ministry for Economic Cooperation and Development) di Rotes Rathaus, Berlin, Senin (24/11). Pertemuan ini menjadi langkah diplomasi pembangunan yang mendorong kerja sama lanjutan dalam pengembangan kota cerdas, tata kelola digital, serta mobilitas hijau yang berkelanjutan.
Gubernur Pramono menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa melalui program Smart Change yang turut mempercepat transformasi digital Jakarta. Menurutnya, kolaborasi ini menempatkan Jakarta bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi mitra aktif yang turut berkontribusi dalam pembangunan model kota masa depan.
“Kemitraan Jakarta dan Berlin melalui GIZ bukan hanya administratif. Ini upaya bersama mendorong batasan inovasi agar kota lebih manusiawi, inklusif, dan efisien,” ujar Pramono dalam dialog tersebut.
Salah satu pembahasan utama ialah penguatan Jakarta Future City Hub, wadah kerja sama multipihak yang menghubungkan pemerintah, startup, akademisi, hingga masyarakat sipil. Melalui program ini, Jakarta dan GIZ telah menghasilkan 40 rekomendasi kebijakan, mendukung 89 startup, melatih 24 lembaga inkubasi, serta melibatkan lebih dari 15.800 peserta dalam program edukasi publik berbasis teknologi dan inovasi.
“Future City Hub adalah fondasi transformasi digital ke depan. Kami ingin ruang ini terus hidup dan menjadi laboratorium kebijakan berbasis data,” lanjut Pramono.
Selain digitalisasi kota, kerja sama juga diperluas pada sektor mobilitas berkelanjutan. Jakarta membuka peluang sinergi dalam pengembangan transportasi umum berbasis energi bersih, proyek percontohan bus listrik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pengelolaan armada dan rute. Pemerintah menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik pada 2030 sebagai bagian dari agenda transisi energi perkotaan.
“Kami melihat potensi besar pada digitalisasi TransJakarta dan penerapan Mobility as a Service, untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih efisien, mudah diakses dan rendah emisi,” tegasnya.
Di penghujung pertemuan, Gubernur Pramono menegaskan bahwa kolaborasi Jakarta–Berlin melalui GIZ dapat menjadi referensi kemitraan global antar kota dalam menghadapi tantangan urbanisasi modern. Ia juga mengundang GIZ untuk memperdalam program teknis pada fase lanjutan transformasi kota.
“Jika kita melanjutkan kemitraan ini dengan visi dan keberanian, bukan hanya tantangan Jakarta yang terjawab, tetapi dapat menginspirasi kota lain di Asia dan dunia,” tutupnya.
