Navaswara.com – Akses pendidikan tinggi bagi perempuan muda masih terhambat oleh faktor ekonomi, meski minat melanjutkan studi terus meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Lonjakan pendaftar Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2025 menunjukkan situasi itu dengan jelas, sekaligus memperlihatkan besarnya kebutuhan dukungan bagi calon mahasiswa perempuan. Tahun ini program tersebut menetapkan 100 penerima beasiswa, terdiri dari beasiswa reguler dan beasiswa parsial yang baru dihadirkan pada periode ini.
Program yang memasuki tahun ke-9 ini kembali dijalankan bersama Hoshizora Foundation. Stella Tika Lestari, Senior Brand Manager Glow & Lovely, mengatakan peningkatan jumlah pendaftar menandakan semakin kuatnya kesadaran perempuan akan pentingnya pendidikan tinggi. “Sejak 2017 kami berkolaborasi dengan Hoshizora Foundation untuk membantu perempuan muda melangkah lebih dekat ke mimpi mereka. Tahun ini ada lebih dari 18 ribu pendaftar dari seluruh Indonesia,” ucapnya.
Kondisi itu selaras dengan kenaikan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi perempuan yang mencapai 35,23% pada 2024. Namun akses tersebut belum merata. Data menunjukkan kelompok pengeluaran 20% terbawah hanya memiliki APK sebesar 18,23%, sehingga hambatan ekonomi masih menjadi faktor penentu utama.
Yudi Anwar, Executive Director Hoshizora Foundation, menyebut banyak keluarga masih memprioritaskan pendidikan anak laki-laki saat sumber daya terbatas. “Di lapangan kami melihat perempuan sering harus menunda atau menghentikan kuliah, terutama di tahun akhir, karena tuntutan ekonomi,” ujarnya.
Merespons temuan tersebut, Glow & Lovely Bintang Beasiswa 2025 menyediakan dukungan pendidikan empat tahun untuk 80 lulusan SMA dan sederajat, serta dukungan dua semester untuk 20 mahasiswi tingkat empat atau enam agar mereka dapat menyelesaikan studi. Seluruh penerima manfaat juga mengikuti program capacity building yang dirancang untuk membantu pengembangan diri.
Sabrina Anggraini, entrepreneur dan content creator, menilai program ini memberi peluang bagi perempuan muda yang membutuhkan pijakan awal. “Pendidikan itu fondasi masa depan. Program ini bisa menjadi titik awal yang membantu perempuan kembali percaya bahwa mimpi mereka tetap mungkin diraih,” katanya.
Salah satu penerima manfaat sebelumnya, Rafifah Karimah dari Bintang Beasiswa 2022, menyampaikan pengalamannya melanjutkan studi Agribisnis di Universitas Lampung. “Melalui beasiswa ini aku bisa meneruskan kuliah. Program pengembangannya sangat membantuku melihat potensi diri dan memperluas wawasan,” tuturnya.
Selain dukungan pendidikan, Glow & Lovely merilis hasil social listening yang menemukan kekhawatiran perempuan muda terhadap paparan matahari masih membatasi aktivitas luar ruang. Temuan itu menjadi dasar kampanye #GetReadyHadapiMatahari yang membawa edukasi skincare dasar ke lebih dari 130 sekolah dan kampus di 16 kota, serta mendapatkan lebih dari 23 juta reach di media sosial. Kampanye tersebut juga didukung kehadiran rangkaian Glow & Lovely Sunscreen UV Duo dengan SPF 35PA+++ dan SPF 50PA+++.
“Perempuan tidak perlu membatasi langkah hanya karena takut pada paparan matahari. Melalui edukasi ini, kami ingin lebih banyak perempuan berani mengembangkan diri,” ujar Stella.
Sabrina menambahkan bahwa aktivitas luar ruang justru membuka banyak peluang belajar. Ia menyebut rutinitas facial wash, pelembab, dan sunscreen menjadi bagian dari perawatannya agar tetap nyaman beraktivitas.
Stella menutup dengan harapan agar semakin banyak perempuan muda dapat membangun masa depan sesuai pilihan mereka. Program Bintang Beasiswa direncanakan kembali hadir pada 2026.
