Duo, burung hantu hijau dari aplikasi Duolingo, kini tak hanya hadir di layar ponsel. Mulai November 2025, karakter belajar bahasa yang populer di meme dan media sosial itu akan hadir dalam bentuk fisik lewat toko merchandise resmi pertama Duolingo di Asia Tenggara, yang diluncurkan melalui Tokopedia. Langkah ini menandai babak baru perusahaan edtech asal Amerika Serikat tersebut dalam memonetisasi kekayaan intelektual dan memperluas hubungan dengan penggunanya di Indonesia.
Duolingo tidak hanya menghadirkan akses belajar bahasa yang menyenangkan, tetapi juga membawa karakter-karakter ikoniknya seperti Duo, Lily, dan Zari lebih dekat dengan pengguna.
“Memperkenalkan karakter dan kekayaan intelektual kami ke audiens yang lebih luas selalu menjadi bagian penting dari identitas Duolingo,” ujar Irene Tong, SEA Marketing Lead Duolingo. Ia menambahkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar Duolingo di dunia, dan peluncuran toko resmi ini menjadi langkah nyata untuk tumbuh bersama komunitas pengguna di tanah air.
Tokopedia, yang menjadi mitra lokal dalam kolaborasi ini, melihat kerja sama tersebut sebagai bentuk inovasi dalam memperkuat koneksi dengan berbagai komunitas digital di Indonesia. “Kolaborasi dengan Duolingo menunjukkan komitmen Tokopedia untuk tetap relevan dan memberdayakan jutaan penjual lokal,” kata Jonathan Theon Locanawan, Head of Marketing Tokopedia. Menurutnya, sinergi ini memperlihatkan kekuatan brand lokal yang mampu berkolaborasi dengan pemain global untuk menciptakan dampak positif di industri digital Indonesia.
Sebelum peluncuran resmi, kolaborasi ini telah menarik perhatian luas di media sosial. Duo, maskot hijau Duolingo, dan Toped, burung hantu ceria milik Tokopedia, saling bertukar peran di TikTok dan menghadirkan berbagai interaksi jenaka yang menjadi perbincangan warganet. Aksi keduanya bahkan merambah ke dunia nyata lewat billboard berdampingan di pusat Jakarta.
Bagi Duolingo, kolaborasi ini bukan hanya soal penjualan merchandise, tetapi cara memperluas hubungan dengan pengguna lewat budaya digital yang hidup di Indonesia. Sementara bagi Tokopedia, langkah ini menegaskan peran mereka sebagai platform yang terus membuka ruang bagi kreativitas dan kolaborasi lintas industri.
