Navaswara.com — Mengajarkan anak menggunakan toilet sendiri atau toilet training menjadi salah satu tahapan penting dalam proses tumbuh kembangnya.
Toilet training bukan sekadar membiasakan anak buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet, tapi juga melatih kemandirian serta kemampuan mengenali kebutuhan tubuhnya.
Kenali Tanda Anak Siap Toilet Training
Tidak ada usia pasti untuk memulai toilet training, karena setiap anak memiliki perkembangan berbeda. Umumnya, anak mulai menunjukkan kesiapan pada usia 18 bulan hingga 2 tahun, meskipun sebagian lainnya baru siap ketika berusia 3 tahun.
Kita dapat mengenali kesiapan anak melalui beberapa tanda. Misalnya, popok tetap kering selama dua jam atau lebih, mampu melepas celana sendiri, serta dapat menyampaikan keinginan untuk buang air.
Ketertarikan anak ketika melihat orang lain menggunakan toilet juga bisa menjadi petunjuk bahwa ia mulai siap belajar.
Kenalkan Toilet dengan Cara Menyenangkan
Setelah tanda kesiapan terlihat, kita bisa mulai mengenalkan fungsi toilet melalui penjelasan sederhana. Berikan contoh cara menggunakan toilet agar anak lebih mudah memahami prosesnya.
Penggunaan pispot khusus anak atau dudukan toilet dengan desain menarik juga dapat membantu mengurangi rasa takut yang mungkin muncul saat pertama menggunakan toilet.
Ajak anak duduk di toilet selama beberapa menit setiap hari tanpa harus memaksanya buang air. Rutinitas ini akan membantu anak merasa terbiasa dengan posisi saat menggunakan toilet.
Bangun Rutinitas dan Berikan Apresiasi
Konsistensi menjadi salah satu kunci keberhasilan toilet training. Biasakan mengajak anak ke toilet setelah bangun tidur, setelah makan, sebelum tidur, atau setiap dua jam pada siang hari.
Selain itu, kita juga perlu memperhatikan tanda ketika anak ingin buang air, seperti memegang area kemaluan, menyilangkan kaki, atau tiba-tiba berjongkok.
Pilihkan pakaian yang mudah dilepas agar anak bisa belajar melakukannya sendiri. Jangan lupa mengajarkan kebersihan setelah BAK dan BAB, termasuk menyiram toilet serta mencuci tangan.
Kesabaran Menjadi Kunci Keberhasilan
Toilet training merupakan bagian dari proses belajar yang membutuhkan waktu. Kemampuan anak untuk tidak mengompol pada malam hari bahkan bisa berkembang lebih lambat dibandingkan saat siang hari.
Jika anak menolak atau belum menunjukkan perkembangan, sebaiknya kita tidak memaksakan latihan.
Berikan waktu dan coba kembali ketika anak lebih siap. Dengan suasana positif dan menyenangkan, rutinitas yang konsisten, serta dukungan penuh dari orang tua, anak dapat belajar menggunakan toilet secara mandiri tanpa merasa tertekan.

