Kolaborasi Jadi Kekuatan, Jabar Media Summit 2026 Bidik Ekosistem Informasi Sehat

BANDUNG – Industri media sedang menghadapi perubahan besar. Pembaca beralih ke platform digital, persaingan memperebutkan perhatian semakin ketat, sementara kepercayaan publik terhadap informasi menjadi tantangan tersendiri. Di tengah situasi itu, kolaborasi antarpelaku media, kampus, dan pemerintah menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam Jabar Media Summit (JMS) 2026.

Forum yang mengusung tema “Connect & Collaborate: Kolaborasi Media, Kampus, dan Pemerintah Mewujudkan Ekosistem Informasi Sehat di Jawa Barat” tersebut akan berlangsung di éL Hotel Bandung, Senin, 9 November 2026 mendatang.

JMS 2026 diinisiasi oleh (Ayobandung.id) Ayo Media Network, Suara.com, dan Local Media Community. Forum ini dirancang untuk mempertemukan berbagai unsur industri informasi guna membicarakan perubahan lanskap media, tantangan bisnis pers, serta pentingnya menjaga kualitas jurnalistik di tengah perkembangan teknologi.

CEO Ayo Media Network, Ruddy Sukarno, memandang industri media membutuhkan pola kolaborasi yang lebih kuat untuk menghadapi perubahan. Persaingan antarmedia, menurutnya, tidak seharusnya menutup peluang kerja sama dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.

“Media tidak bisa terus berjalan sendiri-sendiri. Perubahan teknologi dan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi menuntut kita untuk beradaptasi. Namun, adaptasi saja tidak cukup. Kita juga perlu membangun kolaborasi agar media tetap memiliki daya saing, independensi, dan kepercayaan publik,” kata Ruddy.

Ruddy berharap forum tersebut menjadi ruang pertemuan yang menghasilkan gagasan dan peluang kerja sama, bukan sekadar diskusi sesaat.Ketua
Panitia JMS 2026, Andres Fatubun, mengatakan penyelenggara menyiapkan pembicara dengan latar belakang beragam. Komposisi tersebut dimaksudkan agar pembahasan tidak hanya berpusat pada persoalan bisnis media, tetapi juga menyentuh aspek regulasi, pendidikan, riset, dan perkembangan teknologi komunikasi.

“Kami ingin peserta mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang masa depan media. Ada praktisi, akademisi, unsur pemerintah, hingga pelaku industri digital. Harapannya, forum ini bisa mempertemukan kebutuhan dan gagasan masing-masing pihak sehingga muncul peluang kolaborasi yang konkret,” ujarnya.

Menghadirkan Tokoh Media dan Akademisi

Sejumlah tokoh dijadwalkan mengisi forum tersebut. Pada sesi 1 akan hadir pembicara antara lain CEO Suara.com Suwarjono, Direktur Ayo Media Network Adi Ginanjar Maulana, Ketua Komisi Hukum dan Penanganan Undang-Undang Dewan Pers Abdul Manan, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Mas Adi Komar.

Adapun, sesi 2 akan menghadirkan Country Program Manager International Media Support (IMS) untuk Indonesia Eva Danayanti, Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Moch. Fakhruroji, Peneliti Deep Intelligence Research Neni Nur Haryati, serta Head of Public Policy Meta Indonesia Berni Moestafa.

Selain itu, hadir pula pembicara yang mengisisSesi 3, yaitu Arif Budianto (Founder Indonesia Social Media Network) dan Annisa Rahmatillah (CEO Sukabumi Update).

Moderator yang akan memimpin setiap sesi antara lain Head of Community Local Media Community Asep Saefullah, Pemimpin Redaksi AyoBandung.id Andres Fatubun, serta Manager Social Media Ayo Media Network Fira Nursyabani.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan lembaga, yakni Harita Nickel, Taspen, Bank Syariah Indonesia (BSI), Telkom Indonesia, Pertamina, PLN UIP Jabar, Jasa Raharja Putera, Bank BJB, Bank BJB Syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), Pupuk Kujang, SEI, JNE, dan PLN UID Jawa Barat.