Navaswara.com – Kekayaan mineral Indonesia bukan sekadar aset ekonomi yang harus dioptimalkan, tetapi juga amanah yang harus dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat. Filosofi tersebut terus menjadi pijakan MIND ID bersama seluruh anggota grup dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah operasional.
Di tengah transformasi industri pertambangan nasional yang semakin berorientasi pada hilirisasi dan penciptaan nilai tambah, MIND ID memandang bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya tercermin dari pertumbuhan bisnis maupun kinerja keuangan. Lebih dari itu, keberhasilan juga diukur dari sejauh mana kehadiran perusahaan mampu membuka peluang, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
Komitmen itulah yang mengantarkan MIND ID meraih Anugerah Mandaya Awards 2026 kategori Badan Usaha/Perusahaan, penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat kepada institusi yang dinilai konsisten memperkuat program pemberdayaan masyarakat.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas berbagai inisiatif yang telah dijalankan Grup MIND ID sepanjang 2025. Fokusnya tidak hanya pada pengembangan ekonomi lokal, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pemenuhan kebutuhan sosial dasar masyarakat.
Pada sektor ekonomi, MIND ID membina 1.027 pelaku usaha mikro dan kecil melalui berbagai program peningkatan kapasitas. Sebanyak 473 pelaku usaha memperoleh dukungan untuk memperluas akses pasar, sementara 222 usaha lainnya mendapatkan bantuan sarana dan prasarana guna meningkatkan produktivitas. Dari proses pembinaan tersebut, 80 mitra binaan berhasil berkembang dan naik kelas.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Bagi MIND ID, pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi menciptakan ekosistem yang memungkinkan masyarakat terus bertumbuh melalui potensi yang mereka miliki.
Perhatian terhadap pembangunan manusia juga diwujudkan melalui sektor pendidikan. Sepanjang tahun lalu, Grup MIND ID menyalurkan beasiswa kepada 5.322 penerima manfaat, memberikan pelatihan kepada 408 guru, mendampingi proses belajar 13.388 siswa, menyelenggarakan pelatihan keterampilan bagi 1.944 peserta, serta meningkatkan fasilitas pendidikan di 389 lokasi.
Sementara itu, berbagai program sosial juga terus diperluas. Masyarakat memperoleh manfaat dari pembangunan sarana sosial dan keagamaan, penyediaan akses air bersih, layanan kesehatan, hingga bantuan bagi korban bencana maupun keluarga yang membutuhkan perbaikan rumah layak huni.
Implementasi program tersebut menghasilkan peningkatan 683 sarana sosial dan keagamaan, bantuan tanggap darurat di 65 titik bencana, pembangunan akses air bersih di 78 lokasi, penyaluran 63.568 paket sembako, layanan kesehatan kepada 24.141 masyarakat, peningkatan 54 fasilitas kesehatan, serta rehabilitasi 49 rumah tidak layak huni.
Seluruh program tersebut menjadi implementasi nyata amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, mengatakan bahwa keberadaan perusahaan harus mampu menciptakan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Karena itu, kami bersama seluruh anggota grup terus mendorong pemberdayaan masyarakat dengan harapan masyarakat daerah mampu menggerakkan ekonomi secara mandiri, menciptakan peluang, dan meningkatkan nilai manfaat bagi daerahnya,” ujar Dany.
Menurutnya, setiap program dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat, karakteristik wilayah, potensi lokal, serta nilai budaya yang hidup di setiap daerah. Pendekatan tersebut dinilai penting agar program tidak hanya selesai ketika implementasi berakhir, tetapi mampu terus berkembang menjadi penggerak ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Bagi MIND ID, pengelolaan mineral nasional tidak berhenti pada proses eksplorasi, penambangan, maupun hilirisasi. Seluruh rangkaian tersebut harus bermuara pada terciptanya nilai tambah yang dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Pengelolaan dan pengolahan mineral bukan sekadar menciptakan nilai ekonomi, melainkan juga menghadirkan manfaat yang inklusif melalui keterlibatan masyarakat di daerah. Kami ingin kekayaan alam Indonesia turut menjadi penggerak kemajuan ekonomi dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera dan berkeadilan di seluruh pelosok negeri,” tutup Dany.
Mandaya Awards 2026 pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar penghargaan. Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa ketika sumber daya alam dikelola dengan visi keberlanjutan dan pemberdayaan, manfaatnya tidak hanya tercermin pada angka-angka pertumbuhan industri, tetapi juga pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat yang tumbuh bersama kemajuan bangsa.

