Navaswara.com – Bogor menjadi salah satu tujuan pengembangan wisata berbasis alam dan kreativitas lokal. Melalui kehadiran Eiger Nature, kawasan ini diharapkan tak hanya menawarkan pengalaman berwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendorong pelestarian lingkungan.
Destinasi ekowisata Eiger Nature resmi diperkenalkan di Kabupaten Bogor. Pengembangan kawasan ini menjadi bentuk kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT Eigerindo Multi Produk Industri dalam mengintegrasikan potensi ekonomi kreatif, pariwisata, serta upaya menjaga kelestarian alam.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan, pengembangan Eiger Nature menjadi salah satu langkah strategis untuk mengoptimalkan kontribusi subsektor ekonomi kreatif, seperti fesyen, kriya, arsitektur hijau, dan seni pertunjukan.
Menurutnya, ekowisata dapat menjadi ruang kolaborasi antara kreativitas masyarakat dan kekayaan alam Nusantara. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak harus mengorbankan kelestarian lingkungan.
“Eiger Nature merupakan manifestasi nyata dari sinergi sektor ekonomi kreatif, kriya, dan desain lingkungan yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Kami ingin momentum ini menjadi pemantik lahirnya inovasi-inovasi karya anak bangsa yang bertumpu pada kekayaan alam dan budaya lokal tanpa merusaknya,” ungkap Teuku Riefky.
Eiger Nature juga dirancang sebagai ruang pengembangan bagi pelaku ekonomi kreatif lokal. Berbagai potensi, mulai dari seni pertunjukan, kuliner, hingga produk kriya berbasis kreativitas Nusantara, diharapkan dapat berkembang melalui kehadiran kawasan ini.
“Kehadiran kawasan ini tidak sekadar menjadi tempat rekreasi, melainkan juga wadah inkubasi bagi para kreator lokal, mulai dari seni pertunjukan, kuliner, hingga produk kriya berbasis daya cipta Nusantara. Kementerian Ekraf terus mendorong pengembangan kapasitas para pelaku ekraf agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Teuku Riefky.
Mengusung Konsep Wisata Berbasis Konservasi
Peresmian Eiger Nature diawali dengan prosesi kebudayaan bertajuk “Memuliakan Bumi”. Kegiatan tersebut diisi dengan penanaman pohon dan lantunan lagu-lagu perjuangan sebagai simbol rasa syukur atas kekayaan alam Indonesia sekaligus pengingat pentingnya menjaga lingkungan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh jajaran menteri dan pimpinan lembaga yang hadir.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana turut menyoroti pentingnya pengembangan destinasi wisata yang mengedepankan konservasi alam dan daya tarik budaya. Pendekatan tersebut, kata dia, dapat memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.
“Sejalan dengan prioritas Kementerian Pariwisata, Eiger Nature diharapkan hadir sebagai pelopor wisata petualangan yang aman, berkualitas, dan bertanggung jawab. Lewat perpaduan edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat, mari kita pastikan semakin banyak yang menikmati keindahan alam Indonesia, semakin kuat pula komitmen kita untuk melestarikannya,” ungkap Widiyanti.
Dukungan juga disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan. Ia menilai kehadiran Eiger Nature berpotensi memperkuat sektor pariwisata Kabupaten Bogor sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pengembangan kawasan ini, sambungnya, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Proyek ini terwujud berkat sinergi lintas Kementerian dan Lembaga, serta sejalan dengan visi Jawa Barat untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi inklusif yang berpijak pada kelestarian alam. Kami berharap kehadiran agro-tourism ini membawa multiplier effect nyata bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bogor siap terus mengawal dan mendukung agar proyek ini memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” tegas Erwan.
Berdiri di Atas Lahan 73,23 Hektare
Eiger Nature dikembangkan di atas lahan tahap pertama seluas 73,23 hektare yang memanfaatkan area PTPN. Pengembangan destinasi ini juga mengintegrasikan upaya pelestarian kawasan konservasi seluas 253,66 hektare di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Beragam fasilitas disiapkan untuk memberikan pengalaman wisata alam dan petualangan bagi pengunjung. Aktivitas yang tersedia meliputi Nature Walk, Forest Adventure, hingga jembatan gantung atau Suspension Bridge.
Pengunjung juga dapat mengenal kekayaan budaya melalui Cultural Walk. Sementara itu, untuk wisata keluarga, tersedia sejumlah fasilitas rekreasi seperti Tree House, Net Adventure, dan Playscape.
Founder dan Chairman Eiger Group Ronny Lukito mengatakan, upaya menjaga kelestarian alam membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.
“Kecintaan terhadap alam tidak tumbuh hanya melalui kata-kata, dan merawatnya bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh satu pihak semata. Merawat alam bukan sekadar menjaga apa yang kita miliki hari ini, melainkan memastikan generasi penerus dapat mengenal keindahannya, merasakan manfaatnya, dan membangun masa depan yang lebih baik. Mari bergerak bersama dari Indonesia, untuk Indonesia,” ujar Ronny.
Melalui pengembangan Eiger Nature, kolaborasi antara sektor pemerintah dan swasta diharapkan dapat menghadirkan model pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi kreatif lokal.
Peresmian Eiger Nature turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani; Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar; Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara; Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan; serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono.

