Keturunan Indonesia Alvin Tedjo Terpilih Jadi Wali Kota Mississauga Kanada, Kalahkan Petahana

Navaswara.com – Persaingan memperebutkan kursi Wali Kota Mississauga, Kanada, menghadirkan kejutan. Alvin Tedjo, pria keturunan Tionghoa-Indonesia, berhasil mengungguli wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan Wali Kota Bonnie Crombie dalam pemilihan tingkat kota tersebut.

Kemenangan Tedjo menjadi sorotan karena ia berhasil membalikkan peta persaingan yang sebelumnya tidak menempatkannya sebagai kandidat terkuat. Pria berusia 43 tahun itu akhirnya memperoleh suara terbanyak dan dipercaya memimpin kota Mississauga.

Setelah hasil pemilihan diumumkan, Tedjo menyampaikan rasa terima kasih kepada warga yang telah memberikan dukungan. Ia menyebut kemenangan tersebut tidak mungkin diraih tanpa partisipasi masyarakat.

“Mississauga, kami tidak bisa melakukannya tanpa Anda. Kota kami siap untuk perubahan, dan saya tidak sabar untuk memulainya,” tulis Tedjo melalui akun Instagram pribadinya.

Berdasarkan hasil pemilihan yang dikutip CBC, Tedjo memperoleh 74.479 suara atau 39,2 persen. Sementara itu, Carolyn Parrish berada di posisi kedua dengan 51.853 suara atau 27,3 persen.Adapun Bonnie Crombie menempati posisi ketiga dengan perolehan 43.191 suara atau 22,7 persen.

Kemenangan Tedjo terbilang menarik jika melihat perjalanan kampanyenya. Pada awal pencalonan, tingkat dukungannya masih relatif rendah dibandingkan dua pesaing utamanya.

Jajak pendapat Liaison Strategies pada Agustus menunjukkan Tedjo hanya memperoleh dukungan 12 persen dari pemilih yang telah menentukan pilihan maupun yang masih bimbang.

Dalam survei yang sama, Parrish dan Crombie masing-masing mendapatkan dukungan sebesar 35 persen. Namun, situasi mulai berubah menjelang hari pemungutan suara. Pada 22 Oktober, dukungan terhadap Tedjo meningkat menjadi 31 persen. Angka tersebut membuatnya melampaui Parrish yang memperoleh 28 persen, meski masih berada di bawah Crombie dengan 35 persen.

Hasil akhir pemilihan kemudian menunjukkan Tedjo berhasil keluar sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup jauh dari kedua pesaingnya.

Tedjo mengakui perjalanan kampanyenya bukan perkara mudah. Sejak awal, ia dan timnya sudah memahami besarnya tantangan yang harus dihadapi. Bahkan, sejumlah orang sempat meragukan peluang kemenangannya.

“Ketika kami memulai ini enam bulan lalu, kami tahu ini akan sulit. Orang-orang mengatakan kepada kami bahwa kami tidak bisa menang dan bahwa kami seharusnya tidak ikut campur,” kata Tedjo.

Dikutip dari Toronto Star, Alvin Tedjo memiliki latar belakang keluarga Tionghoa-Indonesia. Ia pindah ke Kanada dan menetap di Mississauga ketika berusia empat tahun.

Ketertarikannya terhadap dunia pemerintahan dan politik ternyata sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah. Saat SMA, Tedjo pernah menjabat sebagai ketua pelajar. Ia juga menjadi anggota komite penasihat pemuda untuk wali kota.

Pada pertengahan 1990-an, Tedjo berkesempatan bertemu dengan Hazel McCallion, Wali Kota Mississauga saat itu. Pertemuan tersebut berlangsung setelah dirinya menerima penghargaan Young Citizen of the Year.

Sebelum terjun ke politik lokal, Tedjo lebih dahulu membangun karier di bidang pemerintahan, pendidikan tinggi, dan komunikasi. Ia pernah bekerja sebagai penasihat sekaligus staf politik di Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Ontario.

Setelah itu, Tedjo menghabiskan empat tahun bekerja di bidang hubungan pemerintahan di Sheridan College. Kariernya berlanjut di Toronto Metropolitan University, tempat ia memimpin divisi strategi dan komunikasi.

Pengalamannya di bidang pemerintahan dan komunikasi kemudian menjadi bekal untuk terjun langsung ke politik lokal. Pada 2022, Tedjo terpilih sebagai anggota Dewan Kota Mississauga untuk Ward 2.

Terpilihnya Tedjo sebagai wali kota bukanlah kali pertama ia mencoba menduduki jabatan tersebut. Pada pemilihan sela wali kota Mississauga pada 2024, ia juga pernah mencalonkan diri. Namun, saat itu Tedjo harus puas berada di posisi kedua dengan perolehan 25 persen suara.

Carolyn Parrish keluar sebagai pemenang dalam pemilihan tersebut dengan dukungan 31 persen suara. Dua tahun berselang, Tedjo kembali maju dalam kontestasi politik yang sama. Kali ini, ia berhasil mengungguli Parrish dan Bonnie Crombie sekaligus.

Kemenangan tersebut menandai babak baru perjalanan politik Alvin Tedjo di Mississauga. Dengan latar belakang keturunan Tionghoa-Indonesia dan pengalaman di bidang pemerintahan serta pendidikan, ia kini menghadapi tantangan untuk memimpin kota yang telah menjadi tempat tinggalnya sejak kecil.