Navaswara.com – Dua pekan setelah dipecat oleh Ulsan HD, pelatih asal Korea Selatan Shin Tae Yong (STY) masih belum memutuskan langkah berikutnya. Ia kini tanpa klub, namun satu hal tetap sama, hatinya belum pergi jauh dari Timnas Indonesia.
Posisinya kini, menariknya, “sejalan” dengan Timnas Indonesia yang juga tengah tanpa pelatih tetap usai berpisah dengan Patrick Kluivert pekan lalu. Sejak itu, rumor reuni antara STY dan Skuad Garuda kembali bergulir deras.
Dalam wawancara bersama Goalpost, STY berbicara tanpa tedeng aling-aling. “Kalau nanti ada tawaran tentu saya akan pertimbangkan. Tapi prinsip saya, kalau ada tawaran yang baik, saya terbuka ke mana saja,” ucapnya.
Namun, kalimat berikutnya yang membuat banyak pendukung Garuda menahan napas, “Jujur saja, hati saya tetap condong ke Indonesia. Bahkan kalau ada tawaran yang sedikit lebih baik dari negara lain, tapi Indonesia menawar dengan niat sungguh-sungguh, Indonesia akan selalu jadi pilihan pertama saya.”
Meski masa kontraknya bersama Indonesia berakhir pada Januari 2025, STY tampaknya belum benar-benar menutup bab itu.
Kendati kabar kembalinya STY ramai diperbincangkan, sang pelatih menegaskan belum ada komunikasi apa pun dari PSSI. “(Tawaran) dari Indonesia? Tidak. Belum pernah ada telepon atau tawaran resmi sama sekali,” ujarnya.
Artinya, wacana reuni ini masih sebatas spekulasi publik. Namun bagi STY, sekadar menyebut nama Indonesia tampaknya sudah cukup menyalakan bara kecil di hatinya.
Jejak STY di Indonesia
Sejak ditunjuk melatih Timnas Indonesia pada akhir 2019, Shin Tae Yong dikenal bukan hanya sebagai pelatih, tapi juga arsitek perubahan. Ia memperbaiki disiplin, sistem latihan, hingga membawa Indonesia naik 48 peringkat di ranking FIFA dari posisi 173 ke 125 dalam lima tahun kepemimpinan.
Bagi banyak penggemar, STY bukan hanya pelatih yang membawa kemenangan, tetapi juga kebanggaan. Ia mengubah cara publik memandang sepak bola nasional menjadi proyek jangka panjang tentang karakter dan mental.
Kini, ketika kursi pelatih Timnas kembali kosong, bayangan STY kembali hadir di benak banyak orang. Apakah ini pertanda bab baru akan dimulai, atau hanya nostalgia yang enggan padam?
