Ara Contemporary Hadirkan Pameran Hypnagogia, Menelusuri Jejak Waktu Lewat Seni Kontemporer

Navaswara.com – Galeri Ara Contemporary kembali menghadirkan pengalaman seni yang unik melalui pameran tunggal bertajuk “Hypnagogia | Tracing Time” karya Albert Yonathan Setyawan. Pameran ini mengajak pengunjung menyelami hubungan antara waktu, ruang, dan perubahan melalui rangkaian karya yang memadukan unsur material, ritme, serta refleksi filosofis.

Digelar di ruang galeri Ara Contemporary, pameran ini menjadi kelanjutan dari perjalanan artistik Albert setelah penyelenggaraan pameran tunggalnya di Museum Nasional Jogja pada tahun 2023 dan Museum Tumurun pada 2024.

Judul “Hypnagogia” sendiri merujuk pada kondisi transisi antara sadar dan tidur, sebuah fase ketika realitas dan mimpi saling berbaur. Gagasan tersebut menjadi landasan utama dalam pameran ini.

Albert menghadirkan karya-karya yang mengaburkan batas antara dunia nyata dan imajinasi, sekaligus mengajak kita merenungkan bagaimana waktu meninggalkan jejak yang perlahan membentuk pengalaman manusia.

Salah satu ciri khas Albert dalam pameran ini adalah penggunaan modul-modul terakota yang disusun secara repetitif. Material tersebut dipilih karena dianggap memiliki keterkaitan erat dengan akar budaya serta asal geografisnya.

Susunan elemen terakota yang berulang membentuk pola-pola geometris yang tampak teratur, tapi pada saat yang sama menghadirkan kesan organik dan hidup. Pengulangan tersebut bukan sekadar pilihan estetika, tapi menjadi simbol perjalanan waktu yang terus bergerak tanpa henti.

Selain instalasi terakota, pameran ini juga menampilkan gambar dan video yang memperkuat narasi mengenai eksistensi manusia dalam ruang dan waktu. Berbagai medium itu saling melengkapi untuk membangun pengalaman yang imersif.

Melalui “Hypnagogia | Tracing Time”, Ara Contemporary menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pameran seni kontemporer yang memperkaya ruang dialog dan refleksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *