Rimpang Rasa dan Pencarian Makna Baru Seni Rupa Indonesia

Navaswara.com – Pameran seni bertajuk “Rimpang Rasa, Narasi Rawan: Sahaja Kala Rupa Bersua” Resmi digelar di Kiniko Art, Bantul, Yogyakarta. Tak hanya menampilkan deretan karya seni, pameran ini juga menghadirkan diskusi tentang Yogyakarta sebagai pusat seni rupa nasional, peran para pelaku seni, hingga arah perkembangan ekosistem seni di Indonesia.

Pameran ini berlangsung pada 20 Juni hingga 20 Juli 2026 mendatang. Konsep “Rimpang Rasa, Narasi Rawan” sendiri menggambarkan beragam pengalaman, emosi, dan pandangan yang tumbuh layaknya rimpang dengan banyak cabang.

Setiap karya pada pameran ini menghadirkan cerita yang berbeda, namun saling terhubung dalam satu benang merah, yakni kegelisahan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi dunia seni maupun masyarakat secara umum.

Narasi yang dianggap rawan tersebut lahir dari pengalaman personal para seniman, sekaligus dari situasi sosial yang mereka amati di sekitarnya. Pameran ini menjadi wadah untuk mengekspresikan kekecewaan, harapan, kritik, dan refleksi terhadap berbagai kondisi yang terjadi saat ini.

Salah satu tema yang mencuat dalam rangkaian kegiatan ini adalah pertanyaan mengenai relevansi Yogyakarta sebagai pusat pergerakan seni rupa Indonesia. Selama puluhan tahun kota ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya seniman, akademisi, galeri, kolektor, dan komunitas kreatif.

Melalui “Rimpang Rasa, Narasi Rawan”, Kiniko Art menghadirkan seni sebagai ruang percakapan yang hidup. Pameran ini menunjukkan bahwa seni tidak hanya berfungsi untuk dinikmati secara visual, tetapi juga untuk mempertanyakan berbagai asumsi yang selama ini dianggap mapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *