Navaswara.com – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga berbagai bentuk kejahatan yang mengancam masa depan anak bangsa, kehadiran karya film yang sarat nilai edukasi dan penguatan karakter menjadi semakin penting.
Dukungan terhadap lahirnya karya-karya kreatif yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pesan moral yang kuat disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, terhadap film MAJU (Jejak Pahit Si Kembang Gula).
Dalam pernyataannya pada Senin, (15/6/2026), Menko PMK Pratikno menyampaikan apresiasi atas hadirnya film tersebut sebagai media edukasi, inspirasi, sekaligus sarana penguatan karakter bagi anak-anak dan remaja Indonesia.
Menurutnya, film memiliki kekuatan besar dalam membentuk cara pandang, sikap, dan nilai kehidupan generasi muda. Karena itu, karya sinema yang mampu menghadirkan pesan-pesan positif perlu mendapatkan dukungan luas dari masyarakat maupun pemerintah.
“Film ini menghadirkan pesan penting tentang ketangguhan karakter remaja dalam menghadapi berbagai ancaman, kemampuan mengambil keputusan yang benar, keberanian untuk saling melindungi, berani melapor ketika melihat tindakan yang salah, serta menolak narkoba dan berbagai bentuk kejahatan,” ujar Pratikno.
Ia menilai nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun generasi Indonesia yang kuat secara mental, memiliki integritas, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.
Lebih jauh, Menko PMK berharap kehadiran MAJU (Jejak Pahit Si Kembang Gula) dapat menjadi pemantik lahirnya lebih banyak karya kreatif nasional yang berkualitas. Karya-karya yang tidak hanya mengejar aspek komersial, tetapi juga memiliki misi sosial untuk membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Di tengah era digital yang penuh dengan arus informasi tanpa batas, generasi muda membutuhkan lebih banyak ruang pembelajaran yang dekat dengan kehidupan mereka. Film menjadi salah satu medium yang efektif karena mampu menyampaikan pesan secara emosional, menyentuh, dan mudah dipahami.
Pratikno menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal semata. Penguatan karakter juga dapat dilakukan melalui berbagai media kreatif, termasuk film, yang mampu menanamkan nilai keberanian, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta semangat untuk terus belajar dan berprestasi.
“Saya yakin film ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar, berprestasi, berakhlak mulia, serta tumbuh menjadi insan yang sehat, cerdas, dan berkarakter demi kemanusiaan dan kemajuan bangsa,” katanya.
Pesan tersebut sejalan dengan visi pembangunan manusia Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat sebagai modal utama menuju Indonesia Emas.
Film MAJU (Jejak Pahit Si Kembang Gula) diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap anak muda memiliki pilihan untuk menentukan masa depannya. Di tengah berbagai godaan dan tantangan, keberanian untuk memilih jalan yang benar menjadi kunci untuk meraih kehidupan yang lebih baik.
Melalui kisah yang dihadirkan, film ini tidak hanya mengajak penonton untuk menikmati alur cerita, tetapi juga merefleksikan pentingnya menjaga diri, menghargai kehidupan, serta membangun masa depan yang lebih positif.
Sebagaimana disampaikan Menko PMK, membangun Indonesia maju tidak hanya dimulai dari pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari karakter generasi mudanya. Dan salah satu langkah kecil yang dapat dilakukan adalah menghadirkan karya-karya inspiratif yang mampu menanamkan nilai kebaikan sejak dini.
“Mari menonton Film MAJU, membangun karakter untuk Indonesia Maju,” tutup Pratikno.
