Apa Itu Plasma Nanobubble? Solusi Tanpa Bahan Kimia dari BRIN untuk Krisis Air

Navaswara.com – Pencemaran air masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia. Untuk membantu mengatasinya, Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN membuat terobosan cemerlang bernama teknologi plasma nanobubble.

Pada dasarnya, plasma nanobubble merupakan gelembung berukuran super kecil yang dihasilkan melalui teknologi plasma atau gas terionisasi. Teknologi keren ini punya sifat khusus yang mampu merestorasi kualitas air kotor menjadi jernih dan sehat kembali.

Bila Anda penasaran dengan cara kerja dan penerapan teknologi ini di kehidupan nyata, simak sepuluh fakta dan kehebatan plasma nanobubble berikut ini.

1. Ukuran super kecil dan bertahan lama di dalam air

Gelembung udara ini memiliki ukuran kurang dari 200 nanometer atau sepersejuta milimeter. Ukuran yang jauh lebih kecil dari sehelai rambut manusia ini ternyata sangat tangguh. Oksigen nano yang dihasilkan tidak mudah hilang dan terbukti mampu bertahan di kolom air hingga 30 hari lamanya berdasarkan uji laboratorium.

2. Organik tanpa bahan kimia dan hemat energi

Kabar baiknya pengolahan air dengan teknologi ini sangat organik dan seratus persen bebas bahan kimia tambahan. Proses penjernihan air murni mengandalkan kemampuan gelembung nano itu sendiri. Mesin pembuat plasma nanobubble juga hanya membutuhkan sedikit daya listrik sehingga sangat efisien untuk penggunaan jangka panjang di berbagai sektor.

3. Kemampuan sterilisasi dan mengatasi bau mengganggu

Teknologi ini bekerja optimal mensterilkan air dari bakteri patogen seperti E. coli, virus, maupun mikroorganisme berbahaya lainnya. Bersamaan dengan itu nanobubble sangat cepat menguraikan bakteri penyebab bau sehingga ampuh membasmi aroma tidak sedap pada genangan air limbah pemukiman maupun pabrik.

4. Solusi menjernihkan air dan meningkatkan oksigen

Gelembung berukuran super kecil ini sanggup menghilangkan warna hitam pekat sekaligus menjernihkan kembali air sungai yang tercemar parah. Sistem ini juga terbukti nyata menambah kapasitas oksigen terlarut hingga menyentuh angka delapan miligram per liter yang sangat dibutuhkan terutama di kawasan tambak nelayan.

5. Mendorong bioremediasi dan mencegah ledakan alga

Sistem plasma nanobubble otomatis mengaktifkan mikroorganisme pengurai alami yang bersembunyi di sedimen maupun kolom air. Melimpahnya kadar oksigen juga memastikan alga perusak ekosistem tidak bisa berkembang biak secara masif yang biasanya memicu kerusakan habitat perairan.

6. Daya urai polutan tangguh tanpa efek samping

Kandungan ozon dari nanobubble secara reaktif mengurai berbagai zat polutan serta senyawa organik berbahaya termasuk menurunkan kadar COD dan BOD secara terukur. Hebatnya lagi air hasil proses purifikasi ini terbukti sangat aman dan sama sekali tidak memberikan efek samping merugikan bagi kesehatan tubuh manusia.

7. Dipercaya memulihkan sungai di Jakarta dan Bali

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Pemerintah Kota Denpasar sudah memakai teknologi ini pada tahun 2019 untuk mengembalikan mutu air Tukad Badung. Di ibu kota gelembung nano menjadi andalan saat perhelatan Asian Games 2018 dalam memulihkan kejernihan dan menghilangkan bau menyengat di Kali Sentiong serta Kali Item.

8. Penyelamatan Danau Maninjau dan sungai tercemar lainnya

Daya pulih luar biasa juga terlihat di Sungai Ciliwung dan Kali Bekasi yang kualitas airnya lama memburuk akibat limbah perkotaan. Bergerak ke Sumatera Barat inovasi ini mencatat sukses besar dalam menyelamatkan kehidupan akuatik kritis di Danau Maninjau yang sebelumnya terancam mati massal akibat minimnya suplai oksigen.

9. Dukungan nyata untuk tambak dan instalasi PDAM

Fasilitas tambak udang di Lampung sangat terbantu oleh suplai oksigen terlarut dari teknologi ini sehingga kesehatan hewan dan produktivitas panen selalu terjaga lancar. Manfaat serupa dirasakan oleh banyak instalasi PDAM yang memanfaatkannya untuk memaksimalkan tingkat efisiensi setiap tahapan pengolahan pasokan air bersih bagi masyarakat luas.

10. Pemanfaatan mutakhir meluas ke sektor pertanian hingga medis

Dunia pertanian modern mengadaptasinya guna mengoptimalkan metode tanam hidroponik serta mendorong percepatan pertumbuhan benih secara signifikan. Di sisi lain industri pertambangan menggunakannya untuk menekan bahaya limbah buangan sementara bidang medis mempercayakan teknologi ini untuk menjalankan proses sterilisasi perangkat dengan standar keamanan tertinggi.

Karya inovatif para peneliti BRIN ini menunjukkan bahwa berbagai tantangan lingkungan dapat dihadapi melalui kolaborasi riset serta pengembangan teknologi yang relevan. Harapannya, semakin banyak daerah dapat memperoleh manfaat dari penerapan teknologi yang ramah lingkungan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *