Bonchie Ayodongeng Indonesia: Dongeng Merupakan Warisan Budaya Tanah Air

Navaswara.com – Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026 sukses memasuki tahap semifinal yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Sabtu (16/05/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Navaswara ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kemampuan bertutur sekaligus mengenalkan kembali kekayaan cerita rakyat Banten kepada masyarakat luas.

Mengangkat tema “Menghidupkan Legenda Banten, Menginspirasi Masa Depan”, kompetisi ini menghadirkan peserta dari berbagai jenjang usia dan latar belakang yang dibagi ke dalam empat kategori. Di antaranya Benih Nusantara untuk tingkat SD/MI, Tunas Nusantara (SMP/MTS), Kuntum Nusantara (SMA/SMK), serta Ranting Nusantara (mahasiswa dan umum).

Beragam penampilan menarik ditampilkan oleh para peserta dengan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang kuat dalam penghayatan karakter, vokal, ekspresi, hingga kemampuan membangun interaksi dengan penonton. Seluruh penampilan tersebut menghadirkan energi positif yang membuat festival terasa lebih hidup.

Menjadi salah satu juri, Bonchie dari Ayodongeng Indonesia menyampaikan bahwa dongeng memiliki peran penting karena mampu menciptakan koneksi antara pendongeng dan pendengar. Menurutnya, di tengah era yang dipenuhi layar dan konten digital, dongeng justru menjadi sarana untuk menghadirkan kembali hubungan yang tulus antarmanusia.

Ia menjelaskan, “Dongeng itu penting karena menciptakan koneksi dari pendongeng ke penonton atau pendengar. Setiap dongeng juga selalu memiliki makna. Cerita kita ke teman-teman, cerita kita ke orang tua, atau ke anak-anak, semua itu menciptakan koneksi.”

“Sebenarnya, dongeng juga merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang kalau tidak kita jaga, maka tokoh itu mungkin akan dilupakan. Anak-anak tidak tahu ada tokoh-tokoh yang memang dari dulu diceritakan. Jadi semoga anak-anak tidak hanya mengetahui cerita-cerita luar negeri saja, tapi juga cerita-cerita rakyat juga seperti yang dilakukan oleh Suara Nusantara,” tambahnya.

Menariknya, festival ini juga membuka wawasan baru mengenai banyaknya cerita rakyat Banten yang belum dikenal luas. Beberapa kisah bahkan memiliki kemiripan dengan legenda terkenal dari daerah lain seperti malinkundang, namun tetap memiliki ciri khas budaya lokal yang kuat. Sebagai juri, harapannya adalah cerita-cerita tersebut nantinya dapat dikembangkan menjadi buku maupun media pembelajaran untuk anak-anak Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *