Navaswara.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ancaman krisis global dan gejolak energi dunia.
Bahkan, menurut Purbaya, ketahanan ekonomi Indonesia saat ini disebut lebih baik dibanding sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat, China, hingga Australia.
“Kalau ada krisis global kita nomor 2 paling kuat dibanding negara-negara lain, bahkan di atas Amerika Serikat, di atas China, di atas Australia,” kata Purbaya di Jakarta, belum lama ini.
Pernyataan itu mengacu pada laporan JP Morgan terkait ketahanan energi dan daya tahan ekonomi sejumlah negara menghadapi potensi krisis global.
Menurut Purbaya, Indonesia memiliki tingkat ketahanan energi mencapai 77 persen. Angka itu hanya berada di bawah Afrika Selatan yang mencapai 79 persen.
Sementara, China berada di angka 76 persen, Amerika Serikat 70 persen, Australia 68 persen, dan Swedia 66 persen.
Ia menyebut Indonesia masuk kelompok negara dengan risiko rendah terhadap krisis global karena memiliki buffer ekonomi yang kuat.
“Indonesia masuk kategori low exposure dengan buffer yang kuat. Satu kelompok dengan Rusia, Arab Saudi, Brasil, Argentina, dan Turki,” ujarnya.
Purbaya juga mengungkapkan Asian Development Bank (ADB) disebut memiliki hasil kajian serupa, meski tidak dipublikasikan secara resmi.
“ADB juga bilang kita top 2. Jadi di tengah krisis energi dan krisis global ini fondasi ekonomi kita amat kuat,” katanya.
Di sisi lain, Purbaya sekaligus membantah pandangan sejumlah ekonom yang memprediksi Indonesia berpotensi mengalami krisis seperti 1998.
Menurut dia, kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dibanding masa krisis moneter dulu.
“Mungkin 97-98 belum pada lahir tuh, terus menganalisa, tapi tidak lihat waktu itu apa yang terjadi pada ekonomi kita,” pungkasnya.

