Navaswara.com – Kejaksaan RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan portal JagaIndonesiaPintar.id untuk memperkuat pengawasan Program Indonesia Pintar (PIP).
Portal ini diresmikan oleh Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat di Bandung, Rabu (6/5/2026).
Peluncuran turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad.
Melalui portal tersebut, masyarakat, khususnya penerima manfaat, kini dapat melaporkan langsung berbagai persoalan penyaluran bantuan PIP, mulai dari proses pencairan hingga dugaan pemotongan dana.
Atip mengakui masih ada kendala dalam pelaksanaan program, terutama terkait administrasi dan ketidaktepatan sasaran penerima.
“Dalam pelaksanaannya memang ada sistem yang belum berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu akan dilakukan perbaikan agar PIP tepat sasaran,” ujar Atip.
Sementara, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengungkapkan, anggaran PIP pada 2026 mencapai Rp13,8 triliun dengan sasaran 19,48 juta siswa.
Ia juga menyebut pada 2025 terdapat pengembalian anggaran sebesar Rp535 miliar yang melibatkan sekitar 627 ribu siswa.
Reda Manthovani menjelaskan, portal JagaIndonesiaPintar.id dirancang sebagai kanal pelaporan langsung bagi penerima manfaat agar pengawasan lebih transparan.
“Kami memberikan akses pelaporan kepada penerima atau calon penerima manfaat agar mereka bisa melapor langsung kepada kami,” ujarnya.
Menurut Reda, laporan yang masuk akan diklasifikasikan. Jika ditemukan unsur pidana, akan ditindaklanjuti oleh kejaksaan. Sementara jika bersifat administratif, laporan akan diteruskan ke Kemendikdasmen untuk pembenahan.
Ia juga menyoroti potensi kebocoran dana PIP yang paling banyak terjadi pada tahap penerimaan. Karena itu, sistem pelaporan difokuskan langsung kepada penerima manfaat, bukan melalui pihak sekolah.
Selain itu, Kejaksaan turut menggandeng Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk membantu verifikasi laporan, mengingat banyak penerima PIP berada di wilayah pedesaan.
Dengan hadirnya portal ini, pemerintah berharap penyaluran PIP menjadi lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi siswa yang membutuhkan.

