Navaswara.com – Selama ini, manfaat kolagen kerap terbatas pada efek kulit kenyal atau wajah yang tampak lebih muda. Padahal, protein ini berfungsi sebagai perekat utama yang menjaga seluruh organ tubuh tetap kokoh.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh memproduksi kolagen menurun drastis. Dampaknya bukan hanya muncul pada permukaan kulit, melainkan menyasar pada kekuatan gerak dan kesehatan organ dalam yang sering terabaikan.
Menjaga Ketahanan Sendi dan Tulang
Bagi individu dengan mobilitas tinggi, kesehatan sendi memang menjadi krusial. Kolagen tipe dua merupakan komponen utama penyusun tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan di sela persendian.
“Suplemen kolagen membantu merangsang jaringan untuk memproduksi protein baru yang secara langsung mengurangi nyeri sendi,” ujar dr. Elizabeth Bradley, praktisi medis dari Cleveland Clinic. Hal ini diperkuat oleh riset dalam jurnal Nutrients yang menemukan bahwa konsumsi kolagen rutin meningkatkan kepadatan mineral tulang pada perempuan pascamenopause.

Memperkuat Struktur Jantung
Manfaat yang jarang dibicarakan adalah peran kolagen pada pembuluh darah. Arteri membutuhkan kolagen agar tetap fleksibel saat mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.
Tanpa struktur kolagen yang kuat, pembuluh darah berisiko menjadi kaku dan rapuh. Sebuah studi klinis selama enam bulan menunjukkan bahwa asupan kolagen harian secara konsisten membantu mengurangi kekakuan arteri secara signifikan sehingga mendukung kerja jantung tetap optimal.
Meskipun sering muncul keraguan apakah minuman kolagen benar-benar terserap atau sekadar lewat di saluran pencernaan. Kuncinya terletak pada bentuk kolagen peptida atau kolagen hidrolisat.
Berbeda dengan kolagen dari makanan utuh yang memiliki molekul besar, kolagen peptida sudah dipecah menjadi partikel kecil. Hal ini membuat lebih dari 90 persen kandungannya mampu masuk ke aliran darah dengan cepat untuk didistribusikan ke jaringan ikat, tulang, hingga pembuluh darah.
Cermat Melihat Kandungan
Memilih minuman kolagen tidak boleh asal konsumsi. Pastikan produk mengandung vitamin C karena zat ini berperan sebagai pengikat serat kolagen di dalam tubuh. Tanpa vitamin C, proses sintesis protein ini tidak akan berjalan maksimal.
Selain itu, hindari produk dengan kadar gula tambahan yang tinggi. Gula berlebih justru memicu proses glikasi yang merusak kolagen alami dalam tubuh. Dengan pemilihan yang tepat, asupan ini menjadi investasi kesehatan jangka panjang untuk menjaga tubuh tetap aktif dan tangguh.
