Dengar Curhat Orang Tua Korban Daycare, Menteri PPPA Pastikan Keadilan dan Pemulihan Psikologis

Navaswara.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyambangi Yogyakarta pada Senin (27/4) untuk bertemu langsung dengan para orang tua korban kekerasan di sebuah daycare. Suasana haru menyelimuti pertemuan di kantor DP3AP2 Kota Yogyakarta saat Menteri Arifah mendengarkan curahan hati serta harapan keluarga agar keadilan benar-benar ditegakkan.

“Saya datang ke sini dengan satu tujuan utama, memastikan anak-anak kita mendapatkan hak dan perlindungan yang seharusnya. Kasus di daycare ini harus menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa standar pengasuhan tidak bisa ditawar lagi,” ungkap Menteri Arifah dengan nada empati.

Dalam obrolan tersebut, para orang tua menitipkan tiga harapan besar, yakni proses hukum yang transparan, pendampingan mental yang tuntas, hingga bantuan biaya pemulihan bagi buah hati mereka. Menteri Arifah merasa lega karena aspirasi tersebut ternyata sudah masuk dalam rencana kerja Pemerintah Kota Yogyakarta. “Harapan orang tua dan agenda pemerintah sudah sejalan, sekarang tugas kita adalah mengawal prosesnya sampai tuntas,” tambahnya.

Langkah cepat pun diambil oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang langsung melakukan asesmen psikologis sejak hari pertama kasus mencuat. Pemerintah ingin memastikan bahwa pemulihan tidak hanya soal fisik, tapi juga menyentuh sisi emosional anak dan ketenangan pikiran orang tua.

Menteri Arifah menegaskan bahwa langkah cepat Pemerintah Kota Yogyakarta dalam melakukan asesmen sejak dini sangat krusial demi memulihkan kondisi psikologis anak dan orang tua. Baginya, penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada jalur hukum semata, melainkan harus menyentuh sisi pemulihan mental keluarga yang terdampak. Ke depan, kolaborasi pusat dan daerah akan difokuskan pada penguatan regulasi serta pengawasan izin daycare agar standar perlindungan anak terpenuhi secara merata di seluruh Indonesia, menjadikan Yogyakarta sebagai titik balik evaluasi nasional demi menjamin keamanan setiap ruang pengasuhan.

Ke depannya, kejadian ini akan menjadi momentum besar untuk mengevaluasi seluruh daycare di Indonesia. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memperketat izin serta pengawasan agar setiap tempat penitipan anak menjadi ruang yang aman dan nyaman. Kolaborasi apik antara kementerian, kepolisian, hingga lembaga perlindungan seperti KPAI dan LPSK menunjukkan bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam dalam menjaga masa depan anak-anak bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *