Pertemuan Prabowo Subianto-Putin Bahas Ekonomi hingga Energi, Perdagangan RI-Rusia Tembus 12%

Navaswara.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, belum lama ini.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi hingga energi.

Putin menilai kunjungan Prabowo memiliki arti penting, terutama di tengah dinamika global saat ini.

“Kami lihat bahwa kunjungan Yang Mulia memiliki makna yang sangat besar, terutama dalam situasi dan perkembangan dunia sekarang,” ujar Putin.

Ia menyebut hubungan Indonesia dan Rusia terus berkembang dan semakin kuat, terlebih setelah kedua negara menyepakati deklarasi kemitraan strategis pada 2025.

“Saya sangat senang bahwa kita melaksanakan langkah-langkah yang memberikan makna besar bagi hubungan kedua negara kita,” katanya.

Dalam bidang ekonomi, Putin menggarisbawahi peningkatan perdagangan antara Indonesia dan Rusia yang mencapai 12 persen.

Meski sempat mengalami perlambatan pada awal tahun ini, ia optimistis kedua negara memiliki berbagai cara untuk terus mendorong peningkatan kerja sama.

“Kami memberikan perhatian besar pada komisi bersama antarpemerintah dan berharap dalam pertemuan ini kita bisa mencari solusi untuk meningkatkan kemitraan,” lanjutnya.

Selain ekonomi, sejumlah sektor lain juga menjadi fokus pembahasan. Di antaranya energi, antariksa, pertanian, industri, hingga farmasi.

Putin juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama di bidang pendidikan sebagai bagian dari kerja sama humaniter kedua negara.

“Antara lain kita bicara mengenai kerja sama di bidang energi, antariksa, pertanian, industri, serta farmasi. Kami juga memberikan perhatian pada kerja sama di bidang pendidikan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menyoroti eratnya koordinasi antara kementerian luar negeri Indonesia dan Rusia dalam berbagai forum internasional.

Putin menambahkan, keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka peluang baru bagi penguatan kerja sama, termasuk dengan kawasan Uni Ekonomi Eurasia.

“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS, hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *