Dari Pasar ke Harapan Baru Warga Menyambut Ruang Ekonomi yang Lebih Layak

Navaswara.com — Riuh suara warga yang berkumpul di lokasi pembangunan berpadu dengan semangat baru yang terasa di tengah kawasan yang akan segera bertransformasi. Sejumlah pedagang tampak saling berbincang, membayangkan wajah baru pasar yang lebih tertata dan nyaman. Di momen itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai langkah strategis dengan melakukan peletakan batu pertama revitalisasi Pasar Gardu Asem dan pembangunan Pasar Kramat Jaya sebagai upaya memperkuat ekonomi rakyat sekaligus memodernisasi pasar tradisional.

Groundbreaking dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (6/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pasar sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap ruang ekonomi yang lebih layak.

Pramono Anung menjelaskan, Pasar Kramat Jaya akan dibangun di atas lahan seluas 2.600 meter persegi dengan berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. “Di Kramat Jaya ini, 2.600 meter persegi akan dibangun beberapa kios dan mudah-mudahan akan membuka ruang sosial, ekonomi, budaya yang ada di Kramat Jaya,” ujarnya.

Ia menegaskan, modernisasi pasar tidak hanya menyasar aspek fisik seperti kebersihan dan penataan, tetapi juga sistem transaksi digital. Menurutnya, integrasi teknologi dalam aktivitas pasar menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing ekonomi rakyat. “Kalau itu bisa dilakukan, saya yakin ini akan menjadi role model. Contoh yang baik bagaimana kerja sama antara pemerintah daerah, BUMD, kemudian masyarakat untuk menata ekonomi pada level paling bawah,” tambahnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengungkapkan bahwa kedua pasar tersebut akan dilengkapi fasilitas pendukung yang memadai, mulai dari musala, toilet umum dan ramah disabilitas, ruang laktasi, area parkir, hingga sistem keamanan berbasis CCTV serta panel surya. Khusus Pasar Kramat Jaya juga akan dilengkapi fasilitas olahraga sebagai bagian dari konsep ruang publik terpadu.

Dari sisi pembiayaan, proyek ini menggunakan dana Penyertaan Modal Daerah dengan nilai Rp10,2 miliar untuk pembangunan Pasar Kramat Jaya dan Rp10,6 miliar untuk revitalisasi Pasar Gardu Asem. Investasi ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan tersebut. Ia menilai kehadiran pasar yang modern dan tertata akan meningkatkan kenyamanan serta produktivitas para pedagang. “Kami mendukung penuh pembangunan dan revitalisasi pasar ini. Diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli, serta memperkuat perekonomian masyarakat di Jakarta Utara,” ujarnya.

Secara sosial dan ekonomi, pembangunan ini menjadi langkah penting dalam mendorong transformasi pasar tradisional agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kearifan lokal. Pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi, budaya, dan penggerak ekonomi berbasis komunitas.

Pemerintah berharap kehadiran pasar yang lebih modern dan inklusif ini dapat menjadi model pengembangan pasar rakyat di wilayah lain, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi dari level akar rumput.

Dukung transformasi pasar rakyat. Bagikan informasi ini dan dorong pelaku usaha di sekitar Anda untuk memanfaatkan peluang ekonomi dari pasar yang lebih modern, tertata, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *