Navaswara.com – Lebaran bukan cuma soal silaturahmi, tapi juga tentang mencari momen-momen kecil untuk dinikmati bersama keluarga. Salah satunya, menonton film di bioskop bersama anak-anak.
Tapi, di tengah banyaknya pilihan, tidak semua film terasa benar-benar “ramah” untuk ditonton bersama. Di sinilah film Na Willa hadir sebagai alternatif yang terasa lebih hangat, sederhana, dan dekat dengan keseharian.
Bila Anda sedang mencari tontonan keluarga di momen libur Lebaran, ini beberapa alasan kenapa Na Willa layak masuk daftar:
1. Ceritanya Sederhana, tapi Justru Terasa Dekat
Film ini tidak mencoba menjadi rumit. Justru dari hal-hal kecil yang sering terjadi dalam keseharian anak, ceritanya terasa hidup.
Dunia anak yang penuh rasa ingin tahu, pertanyaan tanpa henti, dan cara melihat hal-hal sederhana dengan penuh makna, ditampilkan dengan jujur dan hangat.
2. Diangkat dari Karya Sastra yang Penuh Rasa
Cerita Na Willa berasal dari buku karya Reda Gaudiamo, yang dikenal dengan gaya bertutur yang sederhana, tapi menyentuh.
Produser Anggia Kharisma dari Visinema Studios bahkan menyebut cerita ini terasa “magical”, bukan karena fantastis, tapi karena begitu jujur dalam menangkap dunia anak.
3. Mengingatkan Bahwa Dunia Anak Tidak Sesederhana Kelihatannya
Sering kali, orang dewasa menganggap masalah anak sebagai hal kecil. Padahal, bagi mereka, hal-hal seperti bertengkar dengan teman atau merasa kecewa bisa terasa sangat besar.
Film ini pelan-pelan mengajak penonton untuk melihat dari sudut pandang itu bahwa emosi anak juga layak dipahami, bukan sebatas dianggap akan hilang begitu saja.
4. Hangatnya Hubungan Anak dan Orang Tua Terasa Nyata
Salah satu bagian yang terasa kuat adalah relasi antara Na Willa dan “Mak”.
Sosok ibu di film ini tidak hanya hadir sebagai pemberi aturan, tapi juga sebagai tempat bercerita. Ada ruang untuk anak bertanya, didengar, dan menjadi dirinya sendiri, sesuatu yang sederhana, tapi sering kali terasa penting.
5. Bikin Orang Dewasa Ikut Bernostalgia
Meski berfokus pada dunia anak, film ini diam-diam menyentuh penonton dewasa.
Lewat momen-momen kecil, kita seperti diajak mengingat lagi masa kecil, ketika pergi ke pasar terasa seperti petualangan atau mencoba sesuatu yang baru bisa jadi pengalaman besar.
6. Nuansa Jadul Surabaya Tahun 1960-an yang Unik
Latar waktu di Surabaya era 1960-an memberi warna tersendiri.
Bukan hanya jadi latar, tapi juga membantu membangun suasana yang hangat dan berbeda dari kebanyakan film anak masa kini.
7. Pilihan Film Keluarga yang Masih Jarang di Bioskop
Film ramah anak dan keluarga, apalagi di momen Lebaran, masih belum banyak.
Karena itu, kehadiran Na Willa terasa seperti angin segar, memberi pilihan tontonan yang bisa dinikmati bersama tanpa rasa khawatir.
Disutradarai oleh Ryan Adriandhy—yang sebelumnya sukses membesut film Jumbo dan diperkuat musik dari Laleilmanino, film ini menawarkan pengalaman menonton yang ringan, tapi berkesan.
Tayang mulai 18 Maret 2026, film Na Willa bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu Lebaran atau akhir pekan bersama keluarga.

