Navaswara.com — Memasuki kuartal terakhir 2026, pekerja mulai menghadapi periode panjang tanpa tanggal merah sebelum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di saat yang sama, pekerjaan biasanya memasuki fase yang semakin padat. Pilihan untuk mengambil jeda tetap ada, tetapi sisa cuti, persetujuan izin, hingga bujet perjalanan membuat liburan singkat tidak selalu mudah dilakukan.
Salah satu pilihan yang bisa dimanfaatkan adalah bleisure, yaitu menggabungkan perjalanan bisnis dengan aktivitas wisata. Konsep ini memungkinkan pekerja memperpanjang perjalanan dinas untuk menikmati waktu luang tanpa harus merencanakan liburan dari awal.
Tren tersebut juga tercatat dalam Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 yang disusun Kementerian Pariwisata bersama Bank Indonesia dan Bappenas. Bleisure menjadi salah satu dari enam tren utama pariwisata Indonesia. Laporan itu mencatat 79 persen Gen Z dan 67 persen Milenial memilih bleisure dalam perjalanan dinas mereka.
Data tersebut sejalan dengan karakter perjalanan generasi muda yang semakin mempertimbangkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan personal. Dian Paskalis, Country Director of Growth Cove, mengatakan Gen Z dan Milenial juga menjadi kelompok pelanggan terbesar untuk kamar harian Cove, dengan proporsi mencapai 44,5 persen.
“Gen Z dan Milenial adalah generasi yang disebut amat tertarik dengan tren bleisure, dan kedua generasi tersebut juga menempati porsi terbesar yaitu 44,5 persen dari keseluruhan pelanggan kamar harian Cove. Ini sejalan dengan kebiasaan mereka yang tidak mengotak-ngotakkan berbagai aspek keseharian demi mencapai keseimbangan yang mereka gemari dalam hidup, termasuk dalam berlibur. Karena itu, Cove terus mengedepankan penawaran akomodasi harian yang multifungsi untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan profesional sekaligus liburan,” ujar Dian.
Bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia yang diperingati setiap 27 September, tren bleisure bisa menjadi alternatif bagi pekerja yang ingin tetap bepergian sebelum memasuki periode libur Nataru. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar perjalanan dinas sekaligus memberi ruang untuk berwisata.
1. Atur Waktu Keberangkatan atau Kepulangan
Transportasi menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam perjalanan. Jika kantor mengizinkan perubahan jadwal, pekerja dapat menggeser waktu keberangkatan atau kepulangan agar perjalanan dinas sekaligus memberi waktu untuk berwisata.
Misalnya, agenda kerja dimulai pada Senin. Keberangkatan dapat dimajukan ke Jumat malam sehingga akhir pekan bisa digunakan untuk menjelajahi destinasi sebelum agenda kantor dimulai.
Bagi pekerja yang mendapat fasilitas work from home pada Jumat, keberangkatan bahkan bisa dilakukan pada Kamis malam dan pekerjaan diselesaikan dari destinasi. Pilihan lain bisa dilakukan setelah agenda kerja selesai. Jika perjalanan dinas berakhir Jumat, kepulangan dapat ditunda hingga Minggu malam untuk memanfaatkan akhir pekan.
Namun, perubahan jadwal tetap perlu dikomunikasikan dengan kantor sejak awal. Pekerja juga perlu memastikan aturan perusahaan terkait tiket, biaya perjalanan, dan penggunaan cuti.
2. Manfaatkan Waktu Luang Setelah Agenda Kerja
Perjalanan dinas tidak selalu menyediakan waktu kosong seharian. Namun, beberapa jam sebelum atau setelah agenda kerja tetap bisa dimanfaatkan untuk mengenal destinasi.
Kuliner lokal, tempat wisata yang berada tidak jauh dari lokasi kerja, hingga ruang publik bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu. Cara ini juga memungkinkan pekerja menikmati suasana kota tanpa mengambil tambahan cuti.
Agar waktu tidak habis di perjalanan, lakukan riset sebelum berangkat. Pilih tempat yang berada di sekitar kantor, lokasi pertemuan, atau akomodasi. Dengan begitu, waktu luang yang hanya beberapa jam tetap bisa dimanfaatkan.
3. Pilih Akomodasi yang Mendukung Kerja
Perjalanan bleisure tetap membutuhkan ruang untuk menyelesaikan pekerjaan. Karena itu, pilihan akomodasi ikut menentukan kelancaran perjalanan.
Selain tempat tidur yang nyaman, perhatikan fasilitas seperti koneksi internet, meja dan kursi kerja, serta area co-working. Fasilitas tersebut memudahkan pekerja menyelesaikan dokumen atau mengikuti rapat tanpa harus mencari tempat kerja lain.
Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan dinas dapat memberikan ruang untuk beristirahat dan mengeksplorasi destinasi tanpa mengganggu agenda profesional. Bagi pekerja yang memiliki keterbatasan cuti atau waktu, bleisure menjadi salah satu cara untuk menyisipkan waktu berlibur di antara kewajiban pekerjaan.
