Navaswara.com – Langkah kecil para pelajar mengikuti perjalanan tukik menuju laut menjadi bagian dari pesan besar tentang menjaga ekosistem pesisir. Sekitar 100 pelajar tidak hanya menyaksikan pelepasliaran, tetapi juga diajak mengenal kehidupan penyu dan memahami bagaimana kebiasaan sederhana, termasuk mengurangi sampah plastik, dapat ikut menentukan masa depan laut.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program creating shared value (CSV) Bakti BCA bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menggelar edukasi pelestarian penyu dan pelepasliaran 1.300 tukik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Gerakan Nasional 24 Tahun APU-PPT atau Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme. Rangkaian kegiatan berlangsung di Sekretariat Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) dan Pantai Villa So Long.

Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK Danang Tri Hartono dan Direktur BCA Lianawaty Suwono turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan fasilitas Intan Ruang di Sekretariat BSTF. Fasilitas tersebut merupakan inovasi inkubator buatan yang dikembangkan untuk mendukung proses konservasi penyu.
Pada saat yang sama, para pelajar mengikuti sesi edukasi lingkungan melalui dongeng interaktif mengenai kehidupan penyu dan ekosistem pesisir. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan kegiatan mewarnai tote bag ramah lingkungan sebagai bagian dari kampanye mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
1.300 Tukik dari Gerakan 10 Botol Plastik
Puncak kegiatan berlangsung di Pantai Villa So Long melalui pelepasliaran 1.300 tukik ke habitat alaminya.
Tukik tersebut merupakan bagian dari hasil partisipasi nasabah dan pengunjung dalam BCA Expoversary 2026 melalui inisiatif 10 Bottles for 1 Egg. Program ini mengajak masyarakat mengumpulkan 10 botol plastik bekas yang kemudian dikonversi menjadi dukungan pendanaan untuk penyelamatan satu telur penyu.
Skema tersebut mempertemukan dua persoalan lingkungan dalam satu gerakan, yakni pengurangan sampah plastik dan perlindungan keanekaragaman hayati laut.
Direktur BCA Lianawaty Suwono mengatakan pelestarian lingkungan membutuhkan konsistensi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia usaha, komunitas, pemerintah dan generasi muda.
“Melalui kerja sama yang telah terjalin, kami tidak hanya mendukung konservasi penyu melalui inovasi dan riset, tetapi juga mengajak generasi muda untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut dan peduli terhadap kelestarian ekosistem pesisir,” kata Lianawaty.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BCA melalui pilar Bakti Lingkungan.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BCA dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sekaligus menciptakan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus menginspirasi masyarakat luas untuk bersama menjaga keanekaragaman hayati Indonesia,” ujar Hera.
Teknologi Konservasi Diperluas
Kolaborasi BCA dan BSTF juga tidak berhenti pada pelepasliaran tukik. Pada kesempatan tersebut, BCA dan PPATK menyerahkan Intan Box kepada BSTF.
Intan Box akan dimanfaatkan di lokasi konservasi penyu lain yang menghadapi tantangan serupa. Pengembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membuat inovasi konservasi yang dikembangkan di Banyuwangi dapat diterapkan lebih luas.
Dukungan juga diberikan kepada lingkungan pendidikan. BCA menyerahkan masing-masing tiga unit tempat sampah terpilah kepada SDN 1 Lateng dan SDN Kepatihan sebagai dua sekolah peserta kegiatan.
Tempat sampah tersebut dibuat menggunakan material hasil daur ulang kaleng bekas. Selain mendukung kebiasaan memilah sampah di sekolah, fasilitas tersebut memperkenalkan kepada para pelajar bahwa material bekas masih dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.
“Kampanye yang mengajak masyarakat untuk mengumpulkan 10 botol plastik untuk berkontribusi terhadap pelepasan satu ekor anak penyu atau tukik, yang dirancang untuk mengurangi timbunan sampah plastik dan mengajak masyarakat peduli kelestarian ekosistem laut,” tambah Hera.
Konsisten Menjaga Penyu Sejak 2016
BCA telah bekerja sama dengan BSTF sejak 2016 dalam berbagai program konservasi penyu. Dukungan tersebut mencakup pelepasliaran tukik, relokasi sarang penyu, penanaman pandan laut sebagai vegetasi, edukasi masyarakat, hingga pengembangan teknologi inkubator buatan Intan Box dan Intan Ruang.
Hingga saat ini, BCA melalui Bakti BCA telah mendukung pelepasliaran lebih dari 63.000 tukik dan relokasi lebih dari 900 sarang telur penyu di tiga lokasi konservasi, yakni Banyuwangi, Yogyakarta dan Bali.
Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga keanekaragaman hayati dapat berjalan beriringan dengan edukasi masyarakat dan perubahan perilaku. Dari botol plastik yang dikumpulkan, teknologi yang dikembangkan, hingga keterlibatan pelajar di pesisir, setiap langkah dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem.
Bagi masyarakat, menjaga laut tidak harus dimulai dari langkah besar. Kurangi plastik sekali pakai, pilah sampah, dan ajarkan kepedulian terhadap alam sejak dini. Karena ketika kepedulian tumbuh hari ini, masa depan ekosistem Indonesia ikut memiliki harapan.

