Navaswara.com — Setelah perburuan panjang mencari pelatih baru untuk Timnas Italia, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akhirnya kembali mempercayakan kursi tersebut kepada Roberto Mancini.
Mancini menyatakan bahwa targetnya tidak hanya membawa Italia kembali meraih trofi, tapi juga mengembalikan identitas permainan yang membuat tim ini pernah ditakuti lawan-lawannya.
Rekam Jejak yang Pernah Mengangkat Italia
Periode pertama Mancini sebagai pelatih timnas Italia dimulai pada tahun 2018, saat Italia masih berusaha bangkit usai gagal lolos ke Piala Dunia 2018.
Kala itu, ia melakukan regenerasi besar-besaran dengan memberi kesempatan kepada banyak pemain muda dan memperkenalkan gaya bermain yang lebih menyerang, atraktif, dan mengutamakan penguasaan bola.
Hasil kerja keras tersebut terlihat jelas ketika Italia menjuarai Euro 2020. Gelar tersebut menjadi pencapaian terbesar Mancini bersama Gli Azzurri sekaligus mengembalikan kebanggaan sepak bola Italia di level internasional.
Selain meraih trofi Eropa, Italia juga sempat mencatat rekor panjang tanpa kekalahan yang memperlihatkan konsistensi performa mereka.
Namun perjalanan Mancini tidak selalu berjalan mulus. Setelah sukses di Euro, performa Italia mengalami penurunan. Tim gagal lolos ke Piala Dunia 2022 dan Mancini memilih mengundurkan diri pada 2023.
Tantangan Besar Menanti Mancini
Kini, Italia kembali mengalami masa sulit setelah gagal tampil di Piala Dunia 2026. Kondisi tersebut membuat federasi membutuhkan sosok yang memahami karakter sepak bola Italia sekaligus mampu membangun kembali mental juara para pemain.
Dalam kepemimpinannya kali ini, Mancini akan berkolaborasi dengan Claudio Ranieri yang dipercaya sebagai direktur teknik menggantikan Paolo Maldini. Kolaborasi keduanya diharapkan mampu memperkuat proses pembinaan pemain muda sekaligus memperbaiki arah pengembangan sepak bola nasional Italia.
Mancini juga menilai bahwa kebangkitan Italia tidak hanya bergantung pada tim nasional, tapi juga pada klub-klub yang harus semakin berani memberikan kesempatan bermain kepada pemain muda lokal.
Dengan pengalaman panjang melatih klub-klub besar seperti Inter Milan dan Manchester City, serta keberhasilan membawa Italia menjadi juara Eropa, Mancini memiliki modal yang kuat untuk memimpin proyek kebangkitan Gli Azzurri. Meski demikian, ia juga menyadari bahwa ekspektasi publik sangat tinggi dan hasil instan tidak akan mudah diraih.

