Navaswara.com – Peluang Pep Guardiola untuk menjadi pelatih Timnas Italia dikabarkan semakin mengecil. Meskipun Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) sangat menginginkan kehadirannya demi membangkitkan kembali kejayaan Gli Azzurri, proses negosiasi kini dihadapkan dua kendala besar.
Tantangan pertama adalah permintaan gaji yang sangat tinggi dan kedua, yakni keinginan Guardiola untuk beristirahat setelah menjalani karier panjang bersama Manchester City.
Nama Guardiola memang menjadi kandidat utama saat Italia memutuskan untuk mencari sosok baru yang mampu membawa perubahan. Keputusan ini menyusul hasil-hasil yang kurang memuaskan dalam beberapa tahun terakhir.
Rekam jejaknya yang luar biasa bersama Barcelona, Bayern Munchen, dan Manchester City membuat banyak pihak yakin Pep Guardiola memiliki kapasitas untuk membangun kembali identitas permainan tim Italia.
Bahkan Presiden FIGC, Giovanni Malagò, mengakui bahwa federasi bersedia mempertimbangkan pengecualian dalam struktur gaji demi membuka peluang merekrut Guardiola.
Namun, Guardiola disebut-sebut meminta bayaran sekitar 20 juta euro atau setara dengan Rp409 miliar per tahun. Angka tersebut jauh melampaui kemampuan finansial yang selama ini diterapkan FIGC untuk pelatih tim nasional.
Meski federasi dikabarkan berusaha mencari berbagai skema pendanaan agar kesepakatan dapat tercapai, nominal tersebut tetap menjadi hambatan yang sulit dijembatani.
Selain persoalan finansial, faktor pribadi Guardiola juga menjadi alasan mengapa peluang menuju kursi pelatih Italia semakin tipis.
Setelah mengakhiri kiprahnya selama satu dekade di Manchester City, ia disebut ingin mengambil waktu istirahat sebelum kembali menangani tim lain. Keputusan tersebut muncul setelah bertahun-tahun menjalani tekanan tinggi di level klub dengan jadwal kompetisi yang sangat padat.
Guardiola diyakini ingin menikmati masa jedanya agar dapat kembali dengan energi dan motivasi baru ketika memulai tantangan berikutnya.
Situasi ini membuat FIGC mulai mempertimbangkan alternatif lain apabila Guardiola benar-benar menolak tawaran tersebut. Meski komunikasi masih berlangsung dan belum ada keputusan resmi, Federasi Italia tetap berharap mampu menghadirkan pelatih kelas dunia seperti Guardiola.
Di sisi lain, bagi Guardiola, memilih beristirahat tampaknya menjadi prioritas dibanding langsung menerima proyek baru. Sekalipun kesempatan melatih salah satu tim nasional paling bersejarah di dunia merupakan tantangan yang sangat menarik.
Sementara itu, Italia masih harus menunggu kepastian sembari menyiapkan opsi lain untuk memimpin proses kebangkitan Azzurri menuju kompetisi internasional berikutnya.

